Di Zeze Zahra, setelah panen jagung biasanya masih ada pekerjaan yang belum selesai.
Tongkol jagung memang diambil, tetapi batang, daun, dan sisa tanaman seperti buah muda atau buah kecil tidak kami anggap sebagai sisa yang dibiarkan begitu saja. Semua itu masih bisa dimanfaatkan lagi menjadi silase untuk membantu kebutuhan pakan ternak.
Dari proses yang kami jalankan di Zeze Zahra, ada beberapa hal penting yang kami pelajari.
1. Tebon jagung dilayukan dulu
Sebelum masuk proses silase, tebon jagung sebaiknya dilayukan lebih dulu untuk mengurangi kadar air. Ini penting, karena bahan yang terlalu basah biasanya kurang bagus untuk fermentasi. Jadi jangan buru-buru langsung memasukkan semua bahan dalam kondisi terlalu segar dan terlalu banyak air.

2. Cacah lebih kecil supaya lebih mudah dipadatkan
Setelah cukup layu, batang, daun, dan sisa tanaman jagung dicacah agar lebih mudah disusun, dipadatkan, dan nanti juga lebih mudah diberikan ke ternak. Tahap ini sederhana, tetapi sangat membantu hasil akhir.
3. Tambahkan dedak tiap lapisan
Biasanya di Zeze Zahra, setiap satu lapis hasil cacah kami tambahkan dedak. Ini membantu campuran menjadi lebih baik dan mendukung proses fermentasi. Jadi bahan tidak hanya dicacah lalu dimasukkan begitu saja, tetapi disusun bertahap sambil ditambah bahan pendukung.
4. Tambahkan katalis booster dan molase atau tetes tebu
Untuk membantu mempercepat fermentasi, kami tambahkan katalis booster dan molase atau tetes tebu. Kalau tidak ada katalis booster, bisa juga memakai EM4 peternakan sebagai alternatif. Yang penting, penggunaannya secukupnya dan merata.
5. Jangan terlalu basah
Ini penting sekali. Saat menambahkan molase, katalis booster, atau EM4 peternakan, kondisinya jangan sampai terlalu basah. Tujuannya supaya fermentasi tetap bagus dan bahan tidak mudah rusak. Jadi kuncinya bukan banyak-banyakan cairan, tetapi cukup dan seimbang.
6. Padatkan sebaik mungkin
Setelah bahan masuk ke wadah, usahakan dipadatkan supaya rongga udara di dalamnya sedikit. Semakin rapat, biasanya hasil fermentasinya lebih baik. Jadi tahap memadatkan ini jangan dianggap sepele.
7. Tutup rapat dan simpan dengan baik
Sesudah penuh, wadah harus ditutup rapat agar proses fermentasi bisa berjalan optimal. Lalu simpan di tempat yang aman dan teduh. Kalau ada kebocoran atau terlalu banyak udara masuk, hasilnya bisa kurang maksimal.
8. Beri waktu fermentasi yang cukup
Secara praktik, 1–2 minggu sebenarnya kadang sudah bisa dipakai. Tetapi di Zeze Zahra, kami biasanya memilih sekitar 3 minggu supaya hasil fermentasinya lebih matang dan lebih aman dipakai. Jadi kalau tidak terburu-buru, kami lebih nyaman memberi waktu sekitar tiga minggu.
9. Perhatikan aroma hasil fermentasinya
Pakan fermentasi yang bagus biasanya berbau harum manis, mirip tape, bukan berbau busuk. Ini menjadi salah satu tanda sederhana untuk melihat apakah proses silasenya berjalan baik atau tidak. Kalau aromanya segar-manis, biasanya hasilnya lebih baik. Tetapi kalau baunya busuk, berarti ada yang perlu diperiksa lagi dalam prosesnya.


Bagi Zeze Zahra, proses seperti ini mengingatkan bahwa bertani itu bukan hanya soal mengambil hasil utama. Sisa tanaman jagung yang sering dianggap tidak terpakai ternyata masih bisa menjadi cadangan pakan yang berguna untuk sapi dan kambing.
Pelan-pelan kami belajar, yang sering terlihat sebagai sisa sebenarnya masih punya nilai kalau dikelola dengan benar. Dari situ, lahan terasa lebih hidup, pekerjaan panen tidak berhenti di satu titik, dan hasil kebun bisa terus terhubung dengan kebutuhan ternak di Zeze Zahra.