Kemarin saya menitip beli buah pear untuk dijadikan sebagai buah potong, tambahan bekal makanan untuk Zahra saat berangkat sekolah. Buah pear tersebut dibeli di toko buah premium terkenal.
Saat buahnya datang, kok rasanya bau aneh. Jadi baunya seperti bau obat dan menyengat. Saya membuka plastik pembungkus kemudian mencuci buah itu, namun masih ragu untuk mengkonsumsinya. Saya saja memakannya, lebih ragu lagi untuk menjadikannya sebagai bekal makan untuk puteri bungsu.
Kebetulan Zeze Zahra belum menanam buah pear. Hanya saja, pengalaman itu menjadi salah satu pengingat bahayanya pengawet yang ada di makanan. Kita tidak tahu jenis pengawet apa yang digunakan. Pertimbangan tersebut juga yang mendasari mengapa Zeze Zahra berusaha menanam sayur dan buah-buahan sendiri.
Untuk pisang misalnya, Zeze Zahra menanam beberapa jenis pisang di kebun. Salah satunya adalah pisang Ambon kuning, seperti yang ada di foto. Pisang Ambon kuning adalah pisang lokal yang rasanya pulen dan bisa kuning sendiri tanpa ada cerita apa-apa. Zeze Zahra menanamnya di pinggir selokan di tepian sawah dan kebun. Pisang tersebut dipanen saat usia tua sehingga bisa matang sendiri tanpa harus ditreatment berlebihan.
Rasa pisangnya juga pulen dan manis, tidak membuat kita jadi “blenger”. Kadang Zeze Zahra malah membiarkannya matang di pohon sehingga lebih enak lagi rasanya.



Kalau bicara realitas, mungkin sulit sekali untuk bisa menyediakan berbagai kebutuhan secara mandiri. Meskipun demikian, tidak ada salahnya jika kita bisa menyediakannya secara bertahap. Bisa juga saling berbagi dan bekerja sama dengan rekan yang lain sehingga bisa saling melengkapi.
Keren mas Vavai. Seorang ahli di linux dan IT, sekarang menekuni pertanian untuk kesenangan kebahagian (ternyata saya pun menyukai dunia pertanian dan ternak, menanam padi, dan sayuran di kampung). Saya masih inget 2010-2012 sy masih ikutan kopdar zimbra di rumah mas vavai, dan di sekitar bekasi. 15 taun berlalu. Mngkn mas vavai gak inget krn sy newbie sekadar user, pengguna zimbra. Apa kabar mas vavai? Semoga mas vavai dan keluarga sehat2.
Siap, terima kasih mas. Alhamdulillah, tentu saja saya masih ingat, Sekarang tinggal dimana?
Zeze Vavai sekarang sudah kuliah di Bandung semester 4 mas. Dulu masih suka menemani saya sambil ngobrol dengan rekan-rekan