Zeze Zahra menanam jagung manis, pohon mangga dan kacang hijau di kebun. Selain tanaman yang tumbuh, banyak juga rumput yang tumbuh. Daripada kerepotan mengatasinya menggunakan herbisida, lebih baik menyelesaikannya dengan cara alami. Yaitu menggunakan ternak.
Zeze Zahra membuat kandang kambing panggung kecil di pinggir kebun. Ukurannya tidak terlalu luas. Menggunakan kayu dan bambu, tinggi sekitar 1,2 meter dari tanah. Kandang ini bisa menjadi tempat berteduh 4–6 ekor kambing. Lantainya bilah bambu dengan celah 1,5 cm biar kotoran langsung jatuh. Kolongnya ditampung pakai alas untuk menampung kohe, dan talang buat urine.


Yang ternyata lumayan:
– Gulma yang tadinya mengganggu, tinggal dicabut dan dilempar ke kandang. Kambing makannya seneng.
– Batang jagung manis setelah panen, dicacah kasar, campur sama rumput liar. Dua-duanya gratis. Kadang kalau terlalu banyak, bisa dijadikan pakan silase.
– Kohe ditumpuk di karung, didiamkan 2–3 minggu, jadi pupuk buat jagung berikutnya.
– Urine ditampung, diolah dan difermentasi menjadi pupuk organik cair.

Selain di kebun, Zeze Zahra juga punya ternak kambing terpisah. Kandang kambing di dekat kandang ini untuk memudahkan proses integrasi pertanian dengan peternakan.
Ada yang coba proses yang sama? Share dan cerita pengalamannya di komentar ya.