Penanaman Padi dengan Treatment Alami

Sejak musim tanam lalu, Zeze Zahra-tempat saya beraktivitas diluar dunia IT-mulai menanam padi menggunakan skema treatment alami pada dua petak sawah. Musim tanam kali ini, empat petak sawah ditreatment secara alami.

Ini adalah proses yang kami lakukan…

Sawah ditraktor lebih awal agar sisa tanaman padi, jerami dan gulma bisa terpendam lebih lama sehingga tanah lebih siap ditanami. Setelah proses traktor, sawah dikocor dengan pupuk cair hasil fermentasi kohe ternak.

Zeze Zahra memasang pagar plastik di sekeliling petak sawah dan juga berupaya menyiapkan cairan fermentasi dari bahan urine sapi, urine kambing ditambah dengan fermentasi gadung, sambiloto dan mengkudu yang disiramkan ke tepian pagar untuk tindakan preventif mencegah hama tikus.

Padi ditanam dengan menggunakan sistem jajar legowo 4:1, dimana setiap 4 baris tanaman padi akan ada 1 baris sela untuk perawatan.

Perubahan sistem penanaman ini terkait upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen, karena sebelumnya padi ditanam dengan sistem 10:1 mengikuti kebiasaan di lingkungan setempat.

Semua proses diatas dilakukan dalam upaya improvement hasil pertanian. Apakah pasti berhasil? Ya tidak ada yang tahu, hehehe. Namanya juga berusaha 😊. Apalagi Zeze Zahra menjadi yang paling awal menanam padi di lingkungan sekitar, jadi bisa saja lebih besar resikonya.

Saat ini usia padi sekitar 30 HST, masih butuh beberapa waktu hingga ketahuan hasilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *