Belajar Wirausaha

Sewaktu pertama kali memulai wirausaha dengan mengajar training di tahun 2011, niat awal adalah memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jadi tujuan utama adalah mengamankan pendapatan bulanan agar bisa survive. Seperti ungkapan, “Orang luar mencari kehidupan di bulan, sedangkan kita mencari cara hidup dari bulan ke bulan…” 🤣😆.

Setelah itu, baru mulai melakukan rekrutmen staff/karyawan. Inipun menjadi dilema. Dilemanya seperti apa?

Dilemanya adalah, apakah yakin bisa menggaji staff sedangkan gaji sendiri juga belum tahu apakah selalu bisa terpenuhi atau tidak.

Untuk menyiasatinya, saya mulai merekrut satu orang staff, menyiapkan budget gaji minimal untuk 6 bulan, kemudian berupaya mendapatkan penghasilan bulanan yang bisa menutup kebutuhan bulanan. As simple as that.

Dari situ kemudian bertahap team bertambah dan ternyata ada juga sisi menariknya…

Sebagian team merupakan anak-anak yang baru lulus SMK, bahkan ada yang mulainya dari magang (PKL) kemudian lanjut bekerja.

Mereka kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dan kemudian ada juga yang ke jenjang S2.

Yang membuat terharu adalah : banyak dari mereka merupakan anak pertama yang bekerja di keluarganya. Saat mendapat THR mereka cerita bahwa itu adalah pengalaman pertama memberikan THR untuk orang tua mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *