Ide yang Terlihat Acak namun Fokus : Menanam Bawang Merah di Pekarangan dan Kebun

Zeze Zahra baru kepikiran menanam bawang merah akhir bulan lalu. Sempat mencoba menanam di polibag dan galon bekas, kemudian mulai awal Februari 2025 menanam di kotak lahan atau raised-bed gardening.

Mungkin kelihatannya seperti tindakan acak. Kalau kata orang Betawi, “Srantal sruntul…”. Kalau kata komentar salah satu pembaca, “Zeze Zahra itu ndregil”. Saya pikir nakal, ternyata maksudnya ada saja idenya.

Meski kelihatan seperti tindakan acak, sebenarnya ada latar belakang pemikirannya. Ada underlying consideration-nya. Bisa dibaca di beberapa posting sebelumnya mengenai alasan Zeze Zahra menanam bawang merah, kemudian ada beberapa pertimbangannya dan dilengkapi dengan tips-tips penanaman bawang merah.

Prinsip dasarnya adalah asertif, kreatif dan fokus. Jika ada ide yang memungkinkan untuk diimplementasikan, bisa langsung dikalkulasikan. Jika pertimbangannya memenuhi perkiraan, langsung saja gazz tanpa ditunda-tunda. Setelah diputuskan, kemudian fokuskan semua effort untuk belajar seluk beluk penanaman.

Zeze Zahra memang pemula dalam menanam bawang merah dan tanaman lain. Namanya juga bertani yang berawal dari hobby dan dilakukan sambil bekerja. Meski pemula, kan nggak ada salahnya juga kita belajar supaya pengetahuan semakin meningkat.

Sergey Brin, salah seorang pendiri Google-ketika ditanya mengenai perjalanan hidup dan bagaimana cara dia sukses-menjawab bahwa ia melakukan apa yang bisa ia lakukan :

“Semakin sering saya melakukan sesuatu, semakin sering saya tersandung masalah. Semakin sering saya tersandung masalah, semakin besar kemungkinan saya tersandung pada kesuksesan”

begitu kira-kira ucapannya di buku “Kisah Sukses Google”. Kalau orang sekelas Sergey Brin bilang begitu, kan tidak ada salahnya kita mencoba mengikutinya.

Tertarik menjalani hobby bertani?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *