Di kebun, ada banyak bahan sederhana yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membantu menyuburkan tanah. Salah satunya adalah batang atau bonggol pisang.
Batang pisang bisa diolah menjadi MOL, yaitu Mikroorganisme Lokal. MOL adalah larutan hasil fermentasi bahan alami yang dapat digunakan sebagai starter atau dekomposer. Fungsinya membantu proses penguraian bahan organik, mendukung aktivitas mikroba tanah, dan secara bertahap membantu memperbaiki kesuburan lahan.
Panduan ini disarikan dari penelitian/jurnal mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, lalu disesuaikan menjadi versi praktis menggunakan galon 16 liter, agar lebih mudah diterapkan di kebun skala kecil.

Bahan yang dibutuhkan:
1. Batang atau bonggol pisang dicacah: 1,5 kg
2. Air cucian beras: 8 liter
3. Gula merah: 1,5 kg
4. Air matang/rebus untuk melarutkan gula: 1,5 liter
Cara membuat:
1. Cacah batang atau bonggol pisang kecil-kecil agar lebih mudah terfermentasi.
2. Larutkan gula merah dengan air matang atau air rebus.
3. Masukkan air cucian beras, cacahan batang pisang, dan larutan gula merah ke dalam galon 16 liter.
4. Aduk sampai merata.
5. Tutup galon, lalu simpan di tempat teduh.
6. Fermentasikan selama 14 hari.
7. Setelah selesai, saring cairannya. Cairan inilah yang menjadi MOL.
Tips penting: jangan isi galon sampai penuh. Sisakan ruang kosong sekitar 20% untuk gas fermentasi, supaya prosesnya lebih aman dan tidak bocor.
MOL yang sudah jadi biasanya beraroma seperti fermentasi atau agak alkohol, warnanya lebih gelap, dan bahan organiknya mulai terurai. MOL ini bisa digunakan sebagai starter untuk kompos, pupuk organik cair, atau pengolahan bahan organik lain di kebun.