Beberapa tahun yang lalu, kami mendapat tawaran untuk membeli beberapa petak sawah. Lokasinya di Batujaya, Karawang, cukup jauh letaknya dari tempat tinggal kami di Bekasi.
Logika pertama kami adalah menolaknya. Pertama, kami nggak ada pengalaman mengurus sawah. Kedua, lokasinya jauh. Ketiga, kami tidak tahu nanti siapa yang akan mengurusnya.
Disisi lain, saya terpikir, mungkin keren juga ya kali, kalau punya sawah. Meski jauh tempatnya, mungkin lumayan banget jadi hiburan saat hari Sabtu atau Minggu main kesana. Nggak mesti punya rumah. Main saja bawa bekal, kemudian makan di pinggir sawah. Seperti horang kayah yang makan di pinggir pantai, hehehe…


Akhirnya kami jadi membeli sawah tersebut. Sawah 2 petak ditambah dengan tanah rawa di tepi sungai. Langkah pertama kami membangun jembatan, menebangi pohon dan membersihkan semak, kemudian menguruk tanah rawa dan meratakannya.
Saat musim tanam padi, kami main ke tepi sawah sesuai rencana. Mencari ikan, belut dan genjer. Memetik kelapa muda. Kemudian makan bersama di tepi sawah. Setelah itu tidur-tiduran dibawah pohon. Indah rasanya. Sesuai dengan harapan.
Setelah itu mulai mencicil membuat rumah kabin berupa rumah kayu Palembang. Membuat kolam ikan, menanam sayur, menanam pohon buah hingga kemudian berkembang menjadi Zeze Zahra Excellent Farm seperti sekarang ini.
Jadi, apa yang terlihat cakep di foto seperti sekarang, itu sebenarnya nggak diniatkan dari awal. Kami menjalaninya secara alamiah. Jika ada ide dan ide itu kelihatan menarik untuk direalisasikan ya kami coba saja.

Mungkin rekan-rekan ada yang pernah membayangkan untuk melakukan hal yang sama. Pernah bercita-cita punya kebun, atau sawah atau rumah kecil tempat untuk menjalankan hobi dan kegiatan yang disenangi. Cicil saja prosesnya. Meski mungkin butuh waktu, insya Allah secara bertahap bisa direalisasikan.
Semoga Allah memudahkan prosesnya. Aamiiin.