Setelah selesai menanam kembang kol dataran rendah pada periode pertama dan sudah panen dengan hasil sesuai harapan, Zeze Zahra kembali menanam kembang kol di kotak lahan yang sebelumnya ditanami kangkung.
Karena lahannya terbatas, jadi proses rolling penanaman dilakukan berputar diantara kotak lahan. Mungkin tidak terlalu berpengaruh dari sisi kemungkinan serangan hama, namun dari sisi media tanam bisa ada perubahan. Namanya juga usaha, hehehe…
Saat penanaman pertama, jarak tanam hanya sekitar 30 cm. Ada 3 baris dalam 1 kotak lahan berukuran 3 x 1 m2. Untuk penanaman kali ini menggunakan jarak tanam 50 cm, yaitu 2 baris dengan luasan kotak lahan yang sama.
Meski hasilnya jadi lebih sedikit, pilihan ini diambil agar kualitas kembang kolnya lebih bagus. Jika terlalu rapat, kemungkinan hama dan penyakit juga jadi lebih besar. Apalagi jika daunnya saling menutupi, kemungkinan bisa berpengaruh pada kualitas kembang kolnya.
Yang tak kalah penting adalah pemupukan, terutama pada fase usia keluar bunga kol. Jika terlalu banyak pupuk yang mengandung nitrogen, daunnya jadi lebar dan dengan jarak tanam yang rapat dan kurangnya cahaya matahari, pembungaan bisa terlambat atau malah tidak keluar bunga.
Karena Zeze Zahra hitungannya masih petani pemula, jika hal diatas salah bisa dikoreksi ya. Ini hanya berdasarkan pengalaman penanaman sebelumnya saja.
Kembang kol ini ditanam pada beberapa kotak lahan dan masih dialokasikan untuk keperluan keluarga. Setelah beberapa kali tanam dan cukup paham seluk beluknya, baru kemudian diterapkan di area yang lebih luas.