Tips : Memahami dan Menyiasati Biaya Awal Investasi Pertanian

Apakah pernah mengalami kebimbangan seperti ini : Ingin mengerjakan semua pekerjaan pertanian namun tenaga sendiri tidak sanggup. Mau menggaji karyawan, khawatir tidak bisa membayar gajinya…

Jika mengalami kebimbangan seperti itu, jangan heran, kamu nggak sendiri, hehehe…

Pertanyaan yang sama akan terjadi kalau kita memulai usaha. Membuat perusahaan. Mempekerjakan orang lain.

Jika ada kendala yang sama, pendekatan yang bisa diambil adalah : Menyiapkan modal usaha selama beberapa waktu sampai kemungkinan kita bisa mandiri dari hasil pertanian. Ini adalah jawaban sederhana, namun memang seharusnya demikian. Kita tidak bisa berharap orang lain bekerja secara gratis, karena mereka kan butuh pemasukan untuk kehidupan mereka juga.

Kalau kita tidak punya modal, pilihannya adalah melakukan semuanya oleh kita sendiri. Semampu kita. Dicicil bertahap, dilakukan satu persatu sampai kita memiliki modal yang memadai.

Jika kita punya modal, berapa banyak modal yang harus kita siapkan? Gimana kalau kita hanya sanggup menyiapkan modal hanya untuk 1-2 bulan pertama. Setelah itu tidak ada kesanggupan lain.

Jawabannya ya harus mengukur diri. Baik usaha pertanian maupun usaha yang lain, biasanya perlu waktu sampai usaha tersebut mulai menghasilkan. Misalnya menanam padi, kita perlu menunggu lebih dari 3 bulan sampai waktunya panen. Berarti kita bisa cadangkan modal untuk waktu tunggu tersebut. Kalau belum ada modal untuk hal tersebut, ya terpaksa sebagian kita lakukan sendiri dulu sampai punya modal.

Kadang ada beberapa dari kita yang terjebak pada pemikiran yang tidak realistis. Tidak punya modal tapi juga tidak mau mengerjakan sendiri. Kan pilihannya sudah jelas, salah satu dari dua pilihan. Tidak ada pilihan combo.

Pengalaman di Zeze Zahra, kebun yang dikerjakan baru mulai ada potensi pemasukan setelah lebih dari 6 bulan berjalan. Seharusnya memang bisa lebih awal, namun ada kendala banjir sehingga tanaman awal rusak dan harus ditanam kembali. Jika saat itu tidak membuat rencana cadangan, ada kemungkinan saat itu kami berhenti melakukan kegiatan pengolahan lahan di kebun.

Apakah teman-teman punya pengalaman sejenis? Bagaiman menyiasatinya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *