Pak Bayu Diningrat-salah seorang pakar pertanian terpadu di Indonesia-memberikan 3 tips menanam pohon mangga. Tips ini coba diterapkan di Zeze Zahra meski dalam lingkup kecil.
Tiga tips tersebut adalah:
1. Tinggi Pohon. Jaga agar pohon tidak terlalu tinggi. Pohon mangga ditanam dari bibit cangkokan. Maksimal tinggi 2 meter. Tujuannya agar mangga yang dihasilkan kualitas grade A, karena buahnya bisa diseleksi dan dirawat dengan mudah.
2. Kembali Modal. Perbanyak bibit dengan proses cangkok. Saat memulai ranam, tidak apa-apa membeli bibit mangga berkualitas dengan harga yang mungkin lebih mahal, asalkan bibitnya valid. Setelah bibit berbuah dan hasilnya bagus, langsung perbanyak melalui proses cangkok.
Seandainya kita membeli satu bibit mangga dengan harga 500 ribu rupiah, maka jika kita bisa mencangkok 1 bibit (dengan asumsi harga jual sama), maka sebenarnya kita sudah balik modal. Kalau kita dapat 2 bibit, berarti kita sudah profit.
Metode ini lebih baik daripada diawal kita langsung investasi dalam jumlah besar dan belum pasti bisa balik modal atau tidak. Catatan : ini untuk level pemula ya, tidak bicara investor besar atau perusahaan perkebunan.
3. Barengi dengan pelihara kambing. Karena mangga yang dibutuhkan umumnya butuh rasa manis dan rasa manis itu biasanya dipenuhi oleh unsur kalium pada pupuk, maka tanaman mangga bisa dikombinasi dengan memelihara kambing, agar urine dan kohe-nya bisa diolah menjadi pupuk untuk mangga.
Tips nomor 1 dan nomor 3 sudah dijalankan di Zeze Zahra. Tips nomor 2 bertahap akan dilakukan agar bisa lekas balik modal, hehehehe…