Upaya Menyuburkan Tanah untuk Menanam Sayur : Cacahan Daun dan Ranting Sebagai Mulsa Alami

Zeze Zahra menanam sebagian besar sayuran pada kotak lahan (raised-bed). Kotak lahan memberikan keuntungan karena media tanam bisa diatur, gulma bisa ditekan, pupuk tidak terbuang dan tanah tidak longsor.

Biasanya media tanam untuk menanam sayur disiram dengan pupuk alami dari fermentasi kohe ternak. Zeze Zahra juga mencabuti rumput dan gulma kemudian membenamkannya ke drum plastik atau ember tertutup untuk difermentasikan. Setelah dua minggu, airnya disaring dan dicampur dengan air kolam ikan setelah itu disiramkan ke raised bed.

Cara diatas sudah cukup baik dan tanaman tumbuh subur. Hanya saja, media tanam bisa kering jika terpapar sinar matahari terus menerus seperti pada foto pertama. Perlu dipikirkan upaya untuk menjaga tanah tetap gembur, cukup lembap namun tidak tergenang air.

Beberapa waktu yang lalu Zeze Zahra membaca salah satu literatur pertanian di Jerman dan video Youtube mengenai model penanaman bawang putih pada raised bed. Mereka menaburkan cincangan daun dan ranting diatas media tanam, disela-sela tanaman.

Cincangan daun dan ranting ini bersifat multi fungsi. Bisa menahan sinar matahari, menjaga kelembapan sekaligus menekan pertumbuhan rumput dan gulma. Setelah beberapa lama, cincangan daun dan ranting itu menjadi kompos.

Zeze Zahra menerapkan hal seperti itu. Karena banyak daun kering maupun daun basah dan ranting hasil pruning, Zeze Zahra mencacahnya menggunakan mesin chopper. Hasil cacahnya kemudian ditabur diatas media, di sekitar tanaman namun tidak sampai menempel ke batang agar tidak menyebabkan busuk batang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *