Tips Pertanian : Menyimpan untuk Bibit dan Menjual Sebagian untuk Operasional

Bagi petani yang sudah biasa menanam bawang merah, apalagi yang sudah memiliki berhektar-hektar lahan, mengurus hasil panen mungkin sudah tidak lagi menjadi masalah. Hal ini berbeda dengan Zeze Zahra, sebagai petani pemula yang hanya memiliki beberapa bedengan kecil lahan dan baru pertama kali panen bawang merah.

Setelah menanam dan mendapatkan hasil yang cukup baik, niat Zeze Zahra adalah menjadikan hasil panen sebagai bibit. Namun karena ada beberapa tetangga dan kenalan yang berminat membeli, niatan itu jadi goyah, silau oleh uang, hehehe… Bukan begitu sih. Saya hanya teringat pengajaran pak Bayu Diningrat soal ternak ayam, dimana hasil telur tidak semua ditetaskan. Sebagian dijual untuk modal pakan dan pemeliharaan.

Mengacu pada pembelajaran tersebut, saya berpikir, “Oh iya, sebagian bisa saja disimpan sebagai bibit dan sebagian lagi dijual untuk biaya tanam berikutnya”. Jadi untuk penanaman berikutnya sudah ada sebagian modal, kita tidak lagi 100% mengeluarkan modal.

Sebagai contoh, dari 15 kg bibit menjadi 135 kg hasil panen dari beberapa bedengan kecil. Berarti Zeze Zahra bisa menyimpan 30-50 kg untuk bibit (dengan asumsi susut 50%) dan sisanya dijual untuk modal tanam dan pemeliharaan berikutnya. Misalnya ada 100 kg yang dijual dengan harga 35 rb per kg, maka bisa mendapatkan uang 3.500.000,- untuk membeli bibit, pupuk dan perawatan musim tanam berikutnya.

Proses bibit memang tidak bisa sekaligus selesai panen langsung digunakan, karena akan butuh waktu 2-3 bulan dikeringkan. Jadi minimal butuh 2x siklus panen baru bisa digunakan.

Pola ini bisa diatur dan selaraskan, agar kita tidak terus-terusan membenamkan modal tiap kali musim tanam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *