Salah satu cara memanfaatkan limbah ternak adalah mengolah urine kambing menjadi POC atau Pupuk Organik Cair. POC ini bisa dipakai sebagai pupuk tambahan untuk tanaman setelah melalui proses fermentasi.
Agar proses fermentasinya lebih baik, kita bisa menambahkan MOL. MOL adalah Mikroorganisme Lokal, yaitu cairan berisi mikroba alami yang membantu proses penguraian bahan organik.

Panduan Pembuatan MOL bisa dibaca disini : https://web.facebook.com/share/p/1GS9341gxU/
Bahan POC urine kambing:
1. Urine kambing: 10 liter
2. Katalis atau bio dekomposer seperti EM4 pertanian: 10 ml
3. MOL batang pisang: 100 ml
Gunakan galon ukuran 16 liter. Jangan diisi penuh, cukup sekitar 10–12 liter saja agar masih ada ruang untuk gas fermentasi.
Cara membuatnya:
1. Siapkan galon bersih dan kering.
2. Masukkan 10 liter urine kambing.
3. Tambahkan 10 ml katalis atau EM4 pertanian.
4. Tambahkan 100 ml MOL batang pisang.
5. Aduk sampai merata.
6. Tutup rapat agar fermentasi berjalan secara anaerob.
7. Simpan di tempat teduh, tidak terkena matahari langsung.
8. Fermentasikan minimal 7 hari. Lebih baik 14 hari, dan paling baik sekitar 21 hari.
Kapan bisa digunakan?
POC bisa mulai digunakan setelah fermentasi minimal 7 hari, tetapi hasilnya biasanya lebih baik jika didiamkan 14–21 hari.
Tanda POC sudah jadi: bau urine berkurang, aromanya lebih asam, warna lebih gelap, dan bahan terlihat lebih terurai.
Dosis awal pemakaian:
Gunakan sekitar 20 ml POC untuk 1 liter air, lalu siramkan ke tanaman. Untuk tanaman muda atau tanaman yang sensitif, sebaiknya mulai dari dosis lebih ringan dulu, misalnya 10 ml per liter air, lalu lihat respons tanamannya.
Catatan penting: POC ini bukan pupuk utama tunggal, tetapi bisa menjadi pupuk tambahan untuk membantu menyuburkan tanaman dan memperbaiki aktivitas mikroba di sekitar akar.