Penjualan Hasil Panen Bawang Merah

Saat pertama kali menanam bawang merah di lingkungan Zeze Zahra, saya ditanya oleh keluarga : “Nanti penjualannya gimana?”

Saat itu saya jawab, “Kayaknya yang penting itu tanam dengan baik dan pastikan dapat panen yang bagus. Baru setelah itu memikirkan penjualan”.

Jawaban itu sebenarnya ngeles saja, tapi ada benarnya, hehehe… Iya, memikirkan penjualan memang bagus, apalagi kalau niatnya menanam dalam jumlah yang cukup banyak. Namun, terlalu dini memikirkan penjualan juga bisa bikin stress, kalau hasil tanamannya nggak keruan.

Setelah menanam dan hasilnya cukup bagus, barulah saya memikirkan penjualan. Karena jumlah panen juga belum terlalu banyak, sejak awal saya berniat menjualnya langsung ke end user. Polanya mirip penjualan melon, yaitu ke ibu-ibu rumah tangga. Ibu-ibu rumah tangga punya potensi karena mereka butuh bawang merah sebagai salah satu bumbu dapur utama.

Panen awal kemarin total ada sekitar 2 kwintal. Sebagian disisihkan untuk bibit, sedangkan sisanya dijual. Pembelinya ternyata bukan hanya ibu rumah tangga. Ada penjual bubur dan produsen bawang goreng yang membeli, termasuk ada juga yang membeli untuk dijual kembali.

Pengalaman awal ini memberikan semangat tambahan untuk penanaman berikutnya 🙂.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *