Jika kita mengelola kebun dan semua ditanami sayur usia singkat, yang terjadi biasanya kerepotan dari sisi tenaga kerja. Karena usianya singkat, biasanya sayur butuh disiram dan dirawat secara rutin. Solusinya bisa menggunakan model otomatisasi, misalnya penyiraman menggunakan drip irigasi. Meski demikian, hal ini tidak meniadakan kebutuhan perawatan tanaman secara intensif.
Jika kita menanam tanaman keras usia panjang seperti mangga, alpukat, durian dan lain-lain, perawatannya tidak harus setiap hari. Mungkin bisa beberapa hari sekali. Bahkan menanam tanaman seperti pepaya dan jambu kristal yang usianya lebih singkat dibanding mangga, dapat dirawat secara lebih ringan dibandingkan perawatan tanaman sayur.
Masalahnya, jika kita menanam tanaman jangka panjang semua, kita tidak memiliki pendapatan harian atau bulanan. Kita harus menunggu sampai waktunya usia panen.
Lantas, apa tips agar kita bisa membuat keseimbangan diantaranya? Zeze Zahra mencoba mengatasi dilema dan masalah diatas dengan melakukan kombinasi tanaman. Untuk tanaman harian atau mingguan, Zeze Zahra menanam sayuran seperti kembang kol, kangkung, bayam, kacang panjang dan lain-lain. Untuk bulanan bisa menanam bawang merah, kacang tanah dan padi. Untuk tanaman jangka panjang Zeze Zahra menanam pepaya, jambu kristal, mangga dan alpukat.
Dengan kombinasi ini, pengelolaan lahan bisa dilakukan dengan lebih efisien. Kita tidak terlalu terdesak pada perawatan harian dan disisi lain, kita bisa mendapatkan penghasilan secara rutin baik sifatnya harian, mingguan ataupun bulanan dan tahunan.