Tanaman Murah Tanaman Mahal : Menanam Timun Lalap
default
Saat kita menjadi petani, ada kemungkinan kita cenderung memilih komoditas tanaman yang memiliki harga jual tinggi. Melon misalnya, harga per butirnya bisa puluhan ribu rupiah. Cabe harga jual per kg juga bisa puluhan ribu. Bandingkan dengan timun yang harganya relatif lebih murah.
Namun petani di kebun tetap menanam timun. Mengapa? Karena timun memiliki masa panen cepat dan bisa berulang kali panen. Beberapa tanaman lain yang harganya relatif murah kebanyakan bisa dipanen berulang kali. Pada akhirnya, sepanjang bisa menghasilkan profit, kan tidak mengapa.
Cabe memang memiliki harga jual tinggi dan bisa dipanen berulang kali, namun mengurus cabe juga bukan hal yang mudah. Prinsipnya, tanaman apapun sepanjang itu ditekuni dan ditelateni bisa tetap memberikan profit yang memadai.
Mengapa saya bicara soal tanaman mahal tanaman murah, ya karena saya sendiri pernah terjebak pemikiran ini. Dalam pemikiran saya, dengan luas lahan terbatas, tentu akan lebih baik jika dimaksimalkan. Pemikiran ini sebenarnya tidak salah juga, namun jadi menggeneralisir semuanya.
Dari perbincangan saya dengan petani yang mengurus kebun, ia jarang gagal saat menanam timun. Berdasarkan pengalamannya, sepanjang tidak kena banjir atau musnah diserang hama, tanaman timun bisa menghasilkan profit yang baik. Ia ingat pernah gagal saat tanaman timun terendam banjir dan videonya pernah saya upload juga disini.
