Sisa makanan atau Limbah Rumah Tangga (LRT) bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan pakan ternak, asalkan diolah dengan benar. Tujuannya agar lebih aman, tidak cepat busuk, baunya berkurang, dan lebih mudah diberikan ke ternak.
Komposisi Bahan Skala ±19 Kg
1. Ampas kelapa: 4 kg
2. Sisa makanan/LRT: 9 kg
3. Dedak padi: 3 kg
4. Cacahan daun ubi/singkong: 3 kg
5. Aktivator fermentasi: ±1 tutup botol

Tahapan Pengolahan
1. Siapkan bahan penyerap
Tebarkan ampas kelapa sebagai dasar. Fungsinya untuk menyerap kelebihan air dari sisa makanan.
2. Saring sisa makanan/LRT
Pisahkan bagian padat dan cair. Bagian padat digunakan untuk pakan fermentasi, sedangkan air saringannya bisa disimpan untuk diolah menjadi pupuk cair.
3. Sortir bahan non-organik
Sambil diaduk, pisahkan benda yang tidak boleh ikut termakan ternak, seperti plastik, karet, tisu, tusuk gigi, bungkus makanan, dan benda keras lainnya.
4. Campurkan dedak
Tambahkan dedak padi, lalu aduk sampai merata. Dedak membantu memperbaiki tekstur dan menambah nilai pakan.
5. Tambahkan daun ubi/singkong
Masukkan cacahan daun ubi atau daun singkong. Aduk sampai kondisi bahan lembab, tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering.
6. Fermentasi
Masukkan bahan ke dalam tong atau wadah tertutup. Padatkan, tambahkan aktivator fermentasi, lalu tutup rapat. Diamkan minimal 24 jam. Boleh lebih lama asal dicheck secara berkala.
Setelah minimal 24 jam, bahan bisa diberikan sebagai pakan tambahan untuk ternak. Sebaiknya diberikan bertahap dulu agar ternak beradaptasi, dan pastikan aromanya asam segar, bukan busuk menyengat.