Secara bertahap Zeze Zahra berusaha menata kebun agar lebih rapi dan saling terkait. Salah satu proyek besar adalah membangun kandang ternak, yaitu persiapan untuk ternak ayam, kambing dan sapi. Proyek ini sebenarnya bisa sederhana menggunakan bahan yang ada, namun jadi besar karena beberapa pertimbangan.
Pertimbangan pertama adalah iklim. Karena iklimnya panas, dekat wilayah laut dan kerap terpapar hujan, jadi butuh pondasi yang kuat dan rangka anti karat. Pertimbang kedua untuk kekuatan atap. Karena atapnya akan digunakan untuk pengembangan listrik tenaga matahari (panel surya) sehingga rangka harus kuat. Pertimbangan ketiga adalah instalasi pengolahan kohe ternak, agar mudah dibersihkan dan bisa ditampung untuk integrasi dengan keperluan lain.
Selain proyek kandang ternak, Zeze Zahra juga secara bersamaan membuat rak persemaian, pemanfaatan pupuk dan pembuatan media untuk ternak cacing tanah, cacing sutra dan belut. Kesemuanya merupakan satu siklus. Kohe sapi dan kambing akan digunakan sebagai pakan cacing tanah dan cacing sutra. Cacing tanah dan cacing sutra akan dijadikan sebagai pakan belut.
Prosesnya butuh waktu karena untuk mengisi bak dan ember pemeliharaan cacing, Zeze Zahra harus mengambil kohe kambing dan kohe sapi dari tempat terpisah. Kohe ternak itu kemudian dicampur dengan cacahan gedebong pisang dan jerami padi, kemudian ditambah tanah atau lumpur sebagai penutup.
Harapannya, semua proses bisa saling terkait dan meminimalisir sampah atau limbah. Jadi bisa menjadi circular economy atau jadi pertanian terpadu skala kecil.