Tips Pertanian : Memanfaatkan dan Memaksimalkan Lahan yang Ada

Saat bermain games pertanian Hayday, Zeze Zahra biasanya menanami setiap jengkal tanah yang ada. Ternyata kebiasaan itu melekat dan terbawa ke dunia nyata. Contohnya adalah memanfaatkan setiap jengkal lahan agar lebih maksimal penggunaannya.

Zeze Zahra menanami talas di pinggir kolam ikan. Daun talas untuk makanan ikan, umbinya untuk di sayur (bisa untuk makanan ikan juga). Di tepian satunya ditanami semangka. Tepian yang lain ditanami singkong Jepang dan tepian satunya lagi ditanami Katuk. Kesemuanya adalah tanaman yang bermanfaat baik untuk manusia maupun untuk ternak dan ikan.

Bagian bawah rumah panggung digunakan untuk memelihara ikan dan menyimpan barang. Bahkan tempat untuk membuang sampah organik digunakan untuk memelihara cacing, hehehe…

Tepian pagar ditanami kelapa, sereh dan oyong. Tepian sawah ditanami jagung. Sampai-sampai area yang tidak terlalu terpapar sinar matahari seperti di depan taman kecil ditanami kunyit, jahe dan kencur. Area itu ada di bawah naungan pohon rindang dan menjadi tempat Zeze Zahra bekerja, menerima tamu atau berdiskusi dengan team Zeze Zahra.

Kadang di keluarga kerap dikomentari pakai bahasa Betawi, “Muris amat jadi orang, apa bae ditanemin. Jangan-jangan atap rumah ada taneman juga”, yang artinya kebangetan banget sih semua tempat ditanami. Dan ndilalah, iya, atap rumah saya di perumahan di Bekasi ditanami juga.

Poinnya memang bukan soal pelit atau kebangetan melainkan sebagai bentuk rasa tanggung jawab atas lahan yang dimiliki. Tujuannya adalah agar bisa memberikan aspek kebermanfaatan yang optimal. Daripada lahan yang ada ditumbuhi rumput dan semak belukar yang kurang bermanfaat dan menjadi sarang hama.

Bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *