Tanaman Padi untuk Bibit
Ini adalah tanaman padi pada raised-bed di dalam greenhouse. Gaya amat, kok tanam padi di greenhouse?
Ya sebenarnya sih bukan untuk gaya-gayaan. Ini padi yang benihnya terbatas. Saya hanya punya beberapa ratus butir saja. Sebagian ditanam di pot, sebagian di sawah dan sebagian lagi di dalam greenhouse ini. Ditanam di beberapa tempat agar kemungkinan gagal bisa diperkecil.
Untuk tanaman di raised bed di dalam greenhouse, ada tujuan lain juga. Karena greenhouse ini dekat dengan gudang pupuk, Zeze Zahra ingin ujicoba pemberian pupuk alami secara rutin. Jadi mulai dari saat tanam, seminggu 2-3x diberikan pupuk urea (Nitrogen) dan pupuk horti (NPK) cair hasil fermentasi kohe ternak.
Awalnya padi ini tumbuh merana karena kurang air. Kebetulan bagian bawah raised bed tidak dilapis plastik, sehingga air langsung meresap kebawah. Setelah rutin disiram, media tanam jadi lembab dan pertumbuhannya mulai meroket, hehehe… Yah, istilahnya tumbuhnya mulai normal.
Belakangan tumbuhnya makin bongsor, mungkin kalau diukur bisa sampai hampir 1 meter. Karena tujuannya untuk bibit, saya biarkan saja supaya bongsor dan malainya tumbuh bagus. Malainya memang tidak keluar serentak, karena pertumbuhan rumpun berbeda-beda namun secara umum tumbuh bagus, meski ada beberapa yang agak rebah karena terlalu jangkung dan kena efek berat malai.
Meski jumlahnya tidak banyak, namun dari satu malai saya bisa mendapat tambahan butiran gabah untuk pembibitan berikutnya. Proses penanaman ini juga bisa menjadi bahan masukan dan evaluasi untuk penanaman bibit pada periode berikutnya.
