Bibit padi di pekarangan rumah saat ini usianya sekitar 2 minggu. Sebentar lagi siap ditandur di sawah. Biasanya bibit padi yang ditanam dengan cara tradisional mulai ditandur pada usia 3 minggu.
Bibit padi ini ada dua jenis, yaitu Japonica dan Pandan Wangi. Keduanya dipilih sebagai bibit padi untuk treatment alami pada 4 petak sawah yang ada di pekarangan. Sebenarnya ada satu jenis padi lagi, yaitu Mentik Wangi Susu yang akan ditanam pada petak sawah terpisah.
Ketiga jenis padi ini berasnya pulen dan enak. Keluarga menyukai 3 jenis ini sehingga ketiganya menjadi target utama penanaman. Untuk sawah lain, Zeze Zahra menggunakan jenis padi Inpari yang umum ditanam di wilayah sekitar.


Penanaman kali ini juga menjadi ujicoba skema penanaman Jajar Legowo 4:1 dan treatment intensif agar hasilnya bisa lebih baik. Jika mengacu pada panduan (SOP) BSM, urea cair hasil fermentasi kohe diberikan pada 7 HST dan 25 HST, namun Zeze Zahra akan memberikannya tiap minggu. ZPT juga sama diberikan tiap minggu, ditambah dengan pupuk horti pada usia 45 HST ditambah dengan KCL.
Hal ini selaras dengan pengajaran pak Bayu Diningrat-salah seorang expert pertanian terpadu di Indonesia- yang menyampaikan bahwa jika ingin hasil lebih maksimal maka pemupukan bisa dioptimalkan juga. Tujuannya agar nutrisi padi bisa tercukupi saat padi dalam fase pertumbuhan dan pembentukan bulir gabah.