Merealisasikan Cita-Cita : Rumah Kabin Sebagai Rumah Pertanian

Foto pertama adalah foto bulan Agustus 2021. Foto dibawah diambil beberapa hari yang lalu.

Saat dulu mulai meratakan tanah dan membangun rumah kabin Zeze Zahra, niat saya sederhana saja. Ingin membuat rumah di tepi sawah yang bisa menjadi tempat untuk mandi, beristirahat dan menginap setelah main ke kebun pisang dan ke sawah.

Dulu hanya membuat satu rumah sebagai tempat untuk singgah. Setelah itu menanam sayuran dan membuat kolam ikan. Kemudian menanam pohon buah. Membuat taman, tempat bermain dan tempat beraktivitas.

Sebagian besar fasilitas dibangun berdasarkan naluri. Seiring pertumbuhan usia Zeze Vavai dan Vivian Aulia Zahra. Untuk itu nama mereka disematkan : Rumah Kabin Zeze Zahra.

Mengapa namanya rumah kabin karena memang ini menjadi cabin house untuk menginap. Semacam pondok musim panas kalau diluar negeri. Tempat mereka menyepi, keluar dari kesibukan dan rutinitas. Bahwa kemudian berevolusi menjadi rumah pertanian, prosesnya berjalan secara alamiah.

Proses membangunnya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan. Saya relatif tidak memiliki hobby yang aneh-aneh. Hobby saya adalah membaca, jadi secara biaya operasional tidak terlalu besar. Saya juga sering membaca buku di perpustakaan maupun cari buku bekas di pasar loak. Karena hal itu, penghasilan yang disisihkan bisa difokuskan secara terpusat pada pengembangan rumah kabin Zeze Zahra.

Kadang kita merasa ragu mencoba merealisasikan impian kita. Kebutuhan hidup sehari-hari, rutinitas pekerjaan dan berbagai masalah yang dihadapi membuat kita merasa tidak layak untuk mencoba mencapai apa yang diinginkan. Padahal, merancang dan mencicil apa yang kita inginkan bukan sesuatu yang harus membuat kita merasa bersalah. Kita berhak dan boleh membuat senang diri dan keluarga kita. Tentu saja, prosesnya harus normal dan tidak melanggar kaidah.

Tetap semangat bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *