Saat dulu memutuskan untuk membangun rumah di tepian sawah, pertimbangannya sederhana saja. Saya hanya mengikuti naluri alamiah, bahwa saya senang tidur di gubuk tengah sawah, ditemani suara kodok, gemercik air dan binatang malam. Kebetulan keluarga juga senang, jadi klop.
Saya membayangkan bangun tidur, membuka jendela dan melihat hamparan sawah. Bahkan meski misalnya yang dilihat merupakan sawah milik orang lain, saya senang melihatnya. Sekedar melihat kan tidak harus membayar, hehehe…
Saya bahkan membayangkan tidur di loteng dan menggunakan genteng kaca agar bisa melihat bintang diwaktu langit cerah dan terpaan air saat hujan turun. Saya membayangkan makan jagung rebus sambil membaca buku diterpa semilir angin sawah.
Dan saya memutuskan untuk merealisasikan impian dan bayangan itu…
Kadang kita tidak berusaha mengejar impian kita, padahal impian itu sesuatu yang baik dan bukan sesuatu yang salah. Mungkin kita merasa tidak cukup mampu untuk merealisasikannya. Merasa tidak cukup pede mengenai kebutuhan yang diperlukan.



Saya pernah bilang pada puteri bungsu, Vivian Aulia Zahra, bahwa jika ingin sesuatu, kita harus bilang dan berusaha untuk mendapatkannya. Mungkin butuh biaya, mungkin butuh waktu lama tapi kita tahu bahwa kita akan senang sekali jika bisa merealisasikannya.
Karena impian itu bisa menjadi pendorong bagi kita untuk bekerja keras dan bekerja cerdas agar bisa mencapainya.