Eksekusi Rencana Pelatihan dan Prinsip tidak Menunda

Kemarin saya ngobrol dengan salah satu team Zeze Zahra mengenai rencana implementasi pengetahuan hasil pelatihan budidaya bawang merah. Kami sepakat bahwa implementasinya nanti bisa dijalankan langsung setelah pulang dari pelatihan, mumpung ilmunya masih hangat dan masih fresh.

Sebenarnya prinsip yang sama “jangan menunda” juga diterapkan untuk hal lain di lingkungan Zeze Zahra. Misalnya mengenai rencana pelatihan itu sendiri. Awalnya sebelum lebaran saya mendapat komentar pada tulisan mengenai bawang merah dari ibu Yuliana Rosmalawati, founder CV Argopundi Lestari.

Ternyata CV Argopundi Lestari adalah produsen dan penangkar bibit bawang merah bersertifikat. Perusahaan juga menyediakan layanan pelatihan budidaya bawang merah. Mendengar informasi tersebut, saya langsung gercep meminta kontak ibu Yuliana dan mencari informasi lebih jauh.

Saat lebaran mudik ke Brebes, saya menghubungi ibu Yuliana apakah saya bisa bersilaturahmi kesana sekaligus diskusi mengenai budidaya bawang merah dan rencana pelatihan. Selesai diskusi, saya memutuskan untuk langsung mengeksekusi rencana pelatihan tersebut yang akhirnya jadi diadakan mulai tanggal 17 April 2025 dan masih berlangsung saat tulisan ini saya tuliskan.

Prinsip gercep ini sebenarnya dilandasi pengalaman, bahwa jika ada hal yang baik sebaiknya jangan ditunda. Kalau kita ada waktu, kesempatan, alokasi budget dan yang dilakukan itu adalah hal yang baik ya jangan ditunda atau ditimbang-timbang terlalu lama.

Kadang ada yang bilang, “Ya mudah saja sih bicara, kalau ada biayanya”. Sebenarnya tidak juga. Ada kok yang biaya ada, waktu dan kesempatan ada namun tidak mengeksekusinya. Andaikan Zeze Zahra belum ada biaya, saya akan mengorbankan uang jajan atau uang pribadi untuk ditabung agar bisa mengikuti pelatihan ini. Karena prinsip dasarnya adalah jangan menunda hal yang baik untuk dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *