Setelah dua hari mengikuti pelatihan berupa pembekalan teori pengolahan lahan, pemupukan, penanganan hama dan penyakit serta praktek penanganan pasca panen di gudang, pelatihan dilanjutkan pada hari ketiga berupa praktek pengolahan lahan.
Praktek pengolahan lahan dilakukan pada salah satu lahan pertanian yang disiapkan. Kegiatan yang dilakukan mencakup pengolahan lahan menggunakan cultivator/tiller untuk menghaluskan tanah bedengan, penaburan pupuk dasar hingga persiapan bedengan itu sendiri.
Praktek dilanjutkan dengan penanaman benih biji dengan sistem larik pada bedengan yang disiapkan, menutupnya dengan cocopeat, menyiramnya, menutup dengan karung dan setelah itu membuat ajir untuk naungan double layer atau dua lapis naungan. Lapis pertama berupa waring untuk mengurangi paparan sinar matahari dan lapis kedua berupa plastik UV untuk mencegah paparan air hujan.
Setelah benih tumbuh, karung penutup akan diambil dan dipindahkan. Setelah usia 1 bulan, naungan akan mulai dikurangi agar bibit bisa mendapat paparan sinar matahari lebih banyak. Bibit seedling dari biji siap dipindah tanam pada usia 45 hari.







Praktek juga dilanjutkan dengan penanaman bibit dari umbi dan penanaman seedling. Setelah kegiatan penanaman dan beristirahat untuk makan siang, praktek dilanjutkan dengan penanganan hasil panen serta teknik penjemuran.
Praktek di lahan ini memberikan gambaran yang baik bagi team Zeze Zahra dan menjadi bahan evaluasi terhadap proses yang selama ini dilakukan.