Apakah pernah menanam buah melon namun hasil buahnya kecil-kecil dan tidak manis? Kok orang lain bisa menanam melon dengan hasil buah yang besar dan manis?
Dulu saya pernah mengalami hal itu juga. Setelah mencoba menanam sendiri, berikut adalah beberapa tips agar menanam melon mendapatkan hasil sesuai harapan. Kuncinya ada 5, yaitu benih, media tanam, pupuk, pestisida dan pemangkasan. Yuk simal detailnya:
1. Benih.
Beli benih melon premium dengan kualitas F1. Benih F1 artinya benih turunan pertama. Kebanyakan dari kita menanam melon dari biji melon yang kita makan. Biji/benihnya kita kumpulkan dan dicoba ditanam. Ini disebut juga benih F2, benih turunan. Hasilnya ya kurang bagus. Meski ada yang berhasil, persentase ketidakberhasilannya juga tinggi.
Meski harga cukup mahal (1 butir benih melon premium harganya bisa 3000 sd 4000 rupiah), namun sama seperti kita memelihara ayam atau hewan ternak, akan lebih baik jika kita memilih benih atau bibit yang berkualitas sejak awal.
Mahal itu persepsi (dan kenyataan, kwkwkw), karena akan sama mahalnya jika kita memilih benih nggak jelas, menunggu waktu 2 bulan dan ternyata hasil panennya nggak sesuai harapan.
2. Media tanam dan ukuran polibag
Melon bisa ditanam dengan menggunakan tanah maupun menggunakan skema hidroponik. Jika menggunakan media tanah di dalam polibag, pertimbangkan sistem perakaran melon.
Melon memiliki akar yang cukup panjang dan lebat dan membutuhkan tanah yang gembur. Untuk itu, gunakan ukuran polibag yang cukup besar, misalnya polibag ukuran 40.
Isi polibag dengan campuran media tanam berupa tanah, pupuk kandang, sekam bakar/arang sekam dan sekam mentah dengan perbandingan 3 : 2 : 1 : 1, aduk semua media tanam hingga tercampur rata. Toko pertanian biasanya menyediakan tanah humus bambu, pupuk kandang, tanah lembang dan sekam yang bisa dgunakan sebagai media tanam.
Setelah semua tercampur, siram media tanam agar basah, kemudian diamkan beberapa hari.
3. Pupuk
Melon yang ditanam di greenhouse umumnya menggunakan pupuk A/B mix. Ada beberapa jenis pupuk A/B mix. Pilih pupuk yang dikhususkan untuk tanaman buah seperti melon, karena ada juga pupuk A/B mix untuk tanaman sayur yang diambil daunnya, seperti pupuk untuk bayam dan kangkung.
Kita bisa juga menggunakan pupuk urea dan NPK saat fase vegetatif atau fase pertumbukan daun dan batang, kemudian menggunakan pupuk yang mengandung kalium seperti pupuk KNO3 atau MKP pada fase generatif atau fase pembungaan dan pembuahan.
Fase vegetatif biasanya mulai hari pertama tanam sampai dengan 25-30 hari setelah tanam (HST) sedangkan fase generatif mulai 31 HST sampai dengan panen.



4. Pestisida
Jika menanam melon di dalam greenhouse, pestisida dapat ditekan penggunaannya, namun jika ditanam di pekarangan tanpa pelindung atau naungan, sebaiknya siapkan perlindungan secara berkala. Hama yang paling sering menimpa tanaman melon di pekarangan rumah adalah hama kutu trips dan kutu kebul. Kutu ini menyebabkan pucuk dan daun melon keriting dan tanaman terganggu pertumbuhannya bahkan bisa sampai mati.
Hama lainnya adalah hama ulat dan oteng-oteng yang memakan daun dan bunga melon.
Saat tanaman melon berusia 1 minggu hingga menjelang fase pembuahan, lakukan treatment atau penyemprotan secara berkala (preventif) karena jika sudah terserang hama, proses penyebaran hama akan berlangsung sangat cepat dan sukar dikendalikan.
Gunakan pestisida alami berupa air rendaman tembakau untuk pencegahan hama atau bisa juga menggunakan pestisida kimiawi seperti curacron, abacel atau pestisida lainnya.
5. Pemangkasan
Jika dibiarkan tumbuh tidak dirawat, tanaman melon akan banyak sekali mengeluarkan tunas dan calon buah. Lakukan pemangkasan pucuk secara berkala sebelum dan sesudah fase pembuahan. Berikut adalah tipsnya:
– Pangkas semua tunas yang tumbuh dibawah daun ke-9. Jadi pucuk dari daun pertama sampai daun ke 8 dipangkas
– Pelihara tunas yang tumbuh di daun ke 9 sampai dengan daun ke 14
– Pilih tunas dengan calon buah yang optimal (tangkai buah besar, bentuk bunga bagus dan besar) untuk dipolinasi. Polinasi tanaman diluar greenhouse bisa dilakukan secara alami oleh serangga seperti lebah atau kupu-kupu atau bisa dipolinasi manual dengan menggesekkan benang sari bunga jantan pada bunga betina. Bunga jantan biasanya tidak memiliki calon buah sedangkan bunga betina memiliki bakal buah
– Saat bunga melon puput dan calon buah muncul, seleksi calon buah yang paling bagus. Sisakan 1 calon buah yang bagus dan pangkas sisanya. Tidak usah sayang-sayang tidak usah bimbang. Karena ukuran polibag terbatas, melon hanya bisa dibuahkan 1-2 buah saja, itupun dengan treatment khusus agar pupuknya memadai.
– Setelah buah membesar, pangkas semua tunas yang muncul dan setelah daun mencapai 30-40 daun, pangkas pucuk atas
Demikian tips menanam melon yang saya sarikan dari pengalaman menanam melon di hamparan terbuka maupun di greenhouse di lingkungan Zeze Zahra ditambah dengan bacaan dari buku dan artikel pertanian.
Beberapa rekan yang mendengar kami memaparkan penjelasan diatas berkomentar, “Lah, kok susah ya menanam melon…”
Sebenarnya tidak juga. Ini sama saja kita sekolah SMP 3 tahun kemudian dijelaskan ke siswa SD dalam 1 hari. Terlihat rumit karena penjelasannya dirangkum dari awal sampai akhir, padahal kalau dipelajari dan dijalankan secara bertahap, prosesnya tidak serumit itu. Kalau rumit, ya saya juga nggak mau menanamnya ![]()
![]()
Catatan Iklan : Toko pertanian Zeze Zahra Excellent Farm menyediakan benih, media tanam, pupuk, pestisida, dan buah melon yang bisa dipetik sendiri di greenhouse atau lahan terbuka.