Di foto-foto ini, Zeze Zahra ingin berbagi proses yang sederhana, tapi bagi kami cukup berarti.
Awalnya lahan ini masih penuh semak. Lalu pelan-pelan dibersihkan, dirapikan, dibuat bedengan, dan sebelum mulai ditanami juga sempat diadakan selamatan sederhana. Bagi kami, proses seperti ini bukan hanya soal membuka lahan, tapi juga soal memulai dengan niat baik dan langkah yang tertata.
Setelah itu barulah jagung ditanam.
Yang menarik dari pengalaman seperti ini adalah kita jadi melihat bahwa pertanian memang butuh proses. Tidak langsung jadi, tidak langsung rapi, dan tidak langsung terlihat hasilnya. Ada tahap membersihkan, menyiapkan lahan, membuat bedengan, menanam, lalu merawatnya sedikit demi sedikit.


Dalam kerangka integrated farming, kami melihat lahan bukan berdiri sendiri. Jagung yang ditanam pun diharapkan nanti bisa terhubung dengan sistem yang lebih luas. Sisa tanamannya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, lalu dari ternak ada kohe dan urine yang bisa diupayakan kembali untuk membantu kebutuhan lahan. Jadi pelan-pelan dibangun siklus yang saling mendukung.
Zeze Zahra masih terus belajar dari proses seperti ini. Kadang yang terlihat orang hanya bagian akhirnya, padahal di belakangnya ada banyak tahap yang dikerjakan satu per satu.
Bagi yang juga sedang membangun sistem pertanian terpadu, semoga proses seperti ini bisa menjadi pengingat bahwa semuanya memang dimulai dari langkah kecil yang dikerjakan dengan sabar.



Kalau teman-teman tertarik mengelola kegiatan pertanian dengan pencatatan yang lebih rapi, task yang lebih terarah, dan proses yang lebih mudah dipantau, bisa juga lihat Sazara di https://sazara.id