Menanam pisang relatif tidak terlalu sulit. Pisang bukan tipe tanaman yang rewel perawatannya. Banyak tanaman pisang yang tumbuh subur meski tumbuh di tepian jalan atau di pinggir pagar.
Meski demikian, tidak ada salahnya memastikan tanaman pisang tumbuh subur dan menghasilkan panen sesuai harapan, dimulai dari pemilihan bibit.
Berikut adalah beberapa tips pemilihan bibit pisang:
1. Pilih bibit yang berkualitas. Bisa membelinya dari penyedia bibit bersertifikat atau bisa juga mendapatkannya dari tetangga atau saudara.
Bibit bersertifikat umumnya berupa bibit kultur jaringan. Bibitnya mirip seperti tanaman bunga, ukurannya kecil namun seragam.
Bibit yang diambil dari tanaman lain namanya bibit dongkelan, karena diambil dengan cara didongkel. Pilihlah indukan yang hasil panennya berkualitas. Pilih bibit yang bonggolnya besar dan daunnya masih berupa daun pedang, bukan daun lebar
2. Jangan pilih bibit yang bonggolnya kecil, batangnya kurus, merana dan hidup segan mati tak mau. Meski dengan pemupukan dan perawatan mungkin saja tumbuh subur, peluang keberhasilannya lebih kecil dibanding memilih bibit yang bagus sejak awal
3. Pilih bibit pisang yang punya nilai. Kita bisa saja menanam bibit pisang sesuka hati, apalagi untuk sekedar hobi. Boleh saja menanam pisang sistem ramesan (campuran) namun akan lebih baik jika kita melakukan survei pasar kecil-kecilan mengenai jenis pisang yang disukai pasar.
Dari hasil survei saat Zeze Zahra membuka toko pisang, jenis pisang yang laku di pasaran daerah Bekasi, Jakarta dan sekitarnya adalah jenis Barangan, Kepok Kuning, Raja Bulu, Tanduk, Ambon, Lampung (Muli), Uli (Bangkahulu) dan pisang mas Kirana. Jenis lain tetap ada peminat namun tidak sebanyak jenis diatas.

4. Pilih bibit dari penyedia yang memiliki reputasi. Adakalanya menanam bibit Cavendish dari pembelian online, namun saat berbuah malah pisang nangka, hehehe…
Ada lagi bilangnya pisang barangan namun saat dipanen malah pisang uli.
Meski masih bisa dikonsumsi, namun hal ini menjengkelkan karena perlu menunggu sampai berbulan-bulan dan baru tahu kalau kita tertipu. Bagai sakit namun tidak berdarah, perih sekali ![]()
![]()
5. Perhatikan peralatan. Saat memindahkan bibit, apalagi bibit dongkelan, perhatikan peralatan yang dipakai. Jika parang atau pedang atau cangkul yang dipakai pernah digunakan pada tanaman yang kena virus layu fusarium, virusnya bisa menempel atau menyebar. Itu sebabnya peralatan perlu disterilkan sebelum digunakan.
Demikian tips pemilihan bibit pisang, semoga bermanfaat.