Tidak Ada Salahnya Merencanakan Masa Depan

Saat kita sedang dalam kesulitan dan hidup pas-pasan, kadang kita jengkel pada saran “merencanakan masa depan”. Gimana memikirkan masa depan, kalau masa kini saja lagi kepepet, hehehe… Padahal, tidak apa-apa merencanakan masa depan. Membuat rencana masa mendatang kan tidak harus menafikan kondisi saat ini.

Saat saya bekerja sebagai operator produksi (buruh pabrik) di sebuah perusahaan di Cikarang, saya merencanakan bahwa nanti saya akan kredit sepeda motor, pergi hiking/kemping dan membeli kebutuhan pribadi. Padahal saat itu gaji saya hanya sekedar untuk hidup sehari-hari.

Setelah bekerja sebagai staff IT, saya merencanakan menikah, mencicil rumah sederhana berikut pekarangan kecil tempat saya bisa menanam sesuatu. Padahal saat itu saya tidak punya tabungan sama sekali.

Beberapa tahun kemudian, saya merencanakan bisa berangkat umroh, bisa menabung, bisa investasi, bisa liburan dan membeli komputer yang saya inginkan. Padahal saat itu saya masih terseok-seok memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Tidak apa-apa merencanakan masa depan, karena rencana kan gratis. Kan ada quote, “If you fail to plan, you are planning to fail!”. Kalau merencanakan saja sudah gagal, sudah pasti ujungnya nanti jadi gagal.

Meski kita hidup dalam kekurangan, kita bisa merencanakan keluar dari kekurangan tersebut. Kita melatih otak kita untuk melihat kesempatan dan peluang. Kita menuliskan apa yang kita inginkan kedepan dan mencari tahu apa saja yang bisa dilakukan untuk mencapainya. Otak kita tidak jadi beku, karena kita selalu menggunakannya.

Susun rencana mulai dari yang paling penting dan mendesak hingga rencana jangka panjang. Ulangi dan review secara berkala, misalnya seminggu sekali. Nanti secara sadar atau tidak, kita secara bertahap terdorong untuk bisa merealisasikannya. Untuk ini saya tidak bohong atau sekedar motivasi. Saya sudah membuktikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *