Membuat Pembibitan Padi Premium

Zeze Zahra mendapat benih padi Japonica dalam jumlah yang tidak banyak. Jumlahnya tidak sampai 1 kg. Kalau dihitung butir, kira-kira ada 2000 butir. Meskipun jumlahnya tidak banyak, benih padi bisa ditanam untuk dijadikan bibit.

Sebagian benih padi kami tanam di raised-bed di dalam greenhouse dan sebagian lagi kami tanam di pot. Karena masih ada sisa, terpikir mengapa tidak sekalian saja mengambil sedikit space di sawah untuk dijadikan sebagai pembibitan. Akhirnya kami buat kotak sedikit untuk menabur benih dan niatnya dijadikan sebagai tempat pembibitan di sawah.

Pembibitan ini sebenarnya diniatkan sebagai model untuk antisipasi hama tikus, namun team Zeze Zahra yang membuat pembibitan tidak memperhitungkan secara detail. Seharusnya tiang bambu tidak boleh ada disisi luar, semua harus disisi dalam. Kemudian plastik harusnya dibuat tegak lurus, agar tikus susah memanjat. Jika perlu, disisi luar tempat plastik dibuatkan semacam parit agar menyulitkan hama yang hendak memanjat.

Ini nanti diperbaiki dan dijadikan model buat antisipasi kedepannya. Hal ini penting karena sawah di pekarangan rumah kabin Zeze Zahra baru saja digasak tikus, jadi lebih baik menerapkan semua aspek pencegahan dan antisipasi hama tersebut.

Dari sisi perbanyakan benih, salah seorang rekan yang menanam padi Japonica bercerita pada saya bahwa ia menanam padi jenis itu mulai dari 1/2 kg benih yang ia dapatkan dari teman. 1/2 kg benih padi yang ditanam menghasilkan beberapa kg benih yang kemudian ditanam kembali hingga sekarang bisa mencakup beberapa hektar sawah.

Mulai dari yang kecil, mulai dari yang ada, dilakukan sekarang juga ☺️.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *