Menyisihkan Pendapatan Pas-Pasan untuk Tabungan Investasi : Pengalaman Pribadi

Selepas lulus SMA, saya pernah bekerja sebagai operator produksi (buruh) pada sebuah pabrik di Cikarang. Saat itu, saya belum memikirkan investasi, karena pendapatan yang ada hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, meski saat itu saya masih bujangan.

Saya baru mulai memikirkan tabungan dan investasi setelah menikah. Meski sudah menyadari pentingnya tabungan dan investasi untuk masa depan, saya masih belum secara serius menjalankannya, karena penghasilan yang ada hanya cukup untuk kebutuhan bulanan. Saya terpaksa meniadakan hal-hal non essensial seperti makan fast food, bakso, nonton film dan lain-lain. Pengeluaran dibatasi hanya untuk hal-hal yang penting saja, seperti untuk makan, susu bayi dan untuk transport pulang pergi ke tempat kerja.

Karena menyadari bahwa pengeluaran sudah ditekan semaksimal mungkin, saya berusaha mencari tambahan penghasilan yang tidak mengganggu pekerjaan. Saya berusaha membuat catatan kecil mengenai apa yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan pendapatan. Saya mengambil acuan pada tulisan di internet, misalnya yang bertema : “30 ide pekerjaan sampingan yang tidak mengganggu pekerjaan”, kemudian membuat semacam summary atau resume, apa saja yang bisa saya lakukan. Beberapa yang saya lakukan antara lain mengajar training di akhir pekan, membuat tulisan (tutorial IT) untuk dikirim ke majalah atau koran dan mencari pendapatan online dari blog. Meski nilainya tidak besar dan sifatnya fluktuatif, saya bisa mendapatkan tambahan pendapatan yang membantu mengurangi beban keuangan keluarga.

Dari tambahan pemasukan itu, saya berusaha menyisihkannya untuk tabungan masa depan. Target saya sederhana saja, saya ingin memiliki tabungan minimal 200 ribu rupiah per bulan. Saat itu tahun 2007, dua tahun setelah saya menikah dan memiliki satu putera, Zeze Vavai. Harga susu Nutrilon Royal Gold yang diminum Zeze Vavai saat itu harganya 135 ribu, jadi tabungan 200 ribu sebenarnya tidak besar bahkan untuk ukuran saat itu.

Saya membaca salah satu artikel mengenai tips meningkatkan tabungan, antara lain mengumpulkan uang kecil atau uang kembalian maupun saldo rekening bank. Misalnya target tabungan saya 200 ribu. Saya bisa memenuhinya dari gaji, namun saya juga berusaha menambahkannya dari hasil mengumpulkan recehan. Misalnya di tas, saku atau didompet untuk kemungkinan uang terselip. Seandainya terkumpul 50 ribu, saya bisa menambahkannya ke tabungan bulanan, mengubah yang awalnya 200 ribu menjadi 250 ribu.

Saya juga menambahkan pendapatan dari training, pendapatan online dan dari honor lainnya. Hal ini memupuk tabungan secara perlahan sehingga dalam 1 tahun, saya bisa memiliki tabungan lebih dari 2.4 juta rupiah sebagaimana target awal saya. Saya menyebut hal ini sebagai titik pertama, karena dari pengalaman itu saya bisa mengulanginya di tahun kedua dan seterusnya hingga akhirnya nilai tabungan terakumulasi seperti efek bola salju.

Semoga bermanfaat. Next akan membahas pengalaman pertama membeli asset tanah 100 meter persegi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *