Pengolahan Sisa Batang Jagung untuk Pakan Ternak

Setiap kali panen jagung selesai, batang dan daun menumpuk di pinggir ladang. Dulu saya lihat itu hanya sisa. Sekarang saya sadar, dari satu hektar bisa dapat berton-ton bahan yang bisa jadi pakan ternak. Sayang kalau dibakar atau dibiarkan begitu saja. Apalagi untuk jagung manis, batang, daun dan sisa buahnya manis dan disukai ternak.

Masalahnya, batang jagung mengandung lignin dan serat kasar yang tinggi. Kalau dikasih mentah ke sapi atau kambing, nutrisinya susah dicerna. Makanya perlu diolah dulu. Di Zeze Zahra, saya memilih beberapa cara:

Silase — Ini favorit kami. Batang dan daun dicacah, dimasukkan ke wadah kedap udara, ditambah molase atau EM4, ditutup rapat beberapa minggu. Hasilnya pakan harum manis seperti tape, disukai ternak, dan bisa bertahan berbulan-bulan. Cocok untuk stok musim kemarau.

Cacah Segar — Kalau butuh cepat dan volumenya sedikit, batang bisa dicacah halus dan langsung dikasih ke ternak. Praktis, tapi cuma tahan 2-3 hari. Kuncinya: cacah sehalus mungkin.

Dikeringkan — Batang dicacah, dijemur sampai kering, disimpan sebagai stok darurat. Nilai nutrisinya turun dibanding fermentasi, tapi tetap lebih baik daripada tidak punya pakan.

Di Zeze Zahra, saya kombinasikan silase untuk stok utama dan cacah segar untuk harian. Dua-duanya jalan, dan batang jagung tidak terbuang.

Dulu saya pikir batang jagung itu sisa. Sekarang saya tahu, tidak ada yang benar-benar sisa di alam ini. Yang ada hanyalah bahan yang belum menemukan tempatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *