Salah satu topik yang sering dibahas di komunitas pertanian adalah soal keluhan harga murah. Misalnya untuk pisang, yang kerap terdengar adalah bahwa, “Pisang harganya murah…”, atau “Pisang tidak laku” atau “Permintaan lagi sepi”.
Disisi lain, pernah juga harga pisang tinggi, seperti terjadi di awal tahun sampai menjelang lebaran. Banyak pengepul dan pembeli yang mengeluh karena harga pisang yang dianggap terlalu mahal.
Jadi kapan waktu yang tepat untuk menanam pisang? Waktu yang tepat adalah menanam saat harga murah dan panen saat harga tinggi. Kapan waktunya? Wallahu alam…
Ini sama seperti investasi saham. Kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual saham? Waktu yang tepat adalah membeli diharga termurah dan menjualnya di harga tertinggi. Kapan itu waktunya? Nggak ada yang tahu…
Yang paling bisa dilakukan adalah memprediksi. Dan prediksi itu bisa benar bisa juga salah.
Karena hanya petani dan penjual pisang kecil-kecilan, saya tidak tahu situasi riil di lapangan seperti apa, namun saya ingat ucapan pak Bayu Diningrat, salah seorang pakar pertanian terpadu.
Kata beliau, “Kalau kita rutin tanam dan rutin jual, ada kalanya kita dapat harga murah, ada kalanya kita dapat harga mahal. Nanti dapat juga harga rata-ratanya”. Kalau kita menunggu harga mahal, kita nggak jadi-jadi tanam”.
Buat saya, apa yang disampaikan pak Bayu memang benar adanya. Kalau kita menunggu harganya mahal, ya tidak akan mulai-mulai, karena kita tidak tahu kapan harga mahal itu terjadi. Boleh saja kita mengatur strategi dan memperkirakan waktu harga tinggi, namun perlu menyadari juga bahwa namanya harga akan selalu fluktuatif.
Jadi jika memang kita bisa menanam rutin, bisa saja kita tidak selalu mendapat harga terbaik namun kita bisa mendapatkan harga rata-rata. Sepanjang masih break even point atau balik modal dan mendapat profit, itu masih lebih baik dibandingkan menebak-nebak.
Bagaimana pengalaman rekan-rekan?