Day #8 Ramadhan 1447 H : Pengalaman Memulai Usaha & Membuat Perusahaan

Saat dulu lulus sekolah SMA, saya tidak terpikir sama sekali untuk wirausaha maupun membuat perusahaan. Bagaimana mungkin terpikir membuat perusahaan, keinginan untuk bisa kuliah saja terpaksa saya kubur karena keluarga tidak memiliki anggaran untuk itu.

Jadi saya mesti bersikap realistis. Memilih bekerja di pabrik, agar bisa memiliki penghasilan. Minimal tidak menjadi beban keluarga.

Jadi saya bekerja sebagai operator produksi di sebuah pabrik di kawasan industri Jababeka di Cikarang, Bekasi. Setahun setelah bekerja, baru saya berupaya bisa bekerja sambil kuliah jurusan informatika di kampus Universitas Bani Saleh (sebelumnya AMIK/STMIK).

Lulus kuliah, menjadi assisten lab, kemudian bekerja sebagai staff IT, supervisor IT, kepala bagian IT dan aktif di komunitas IT dan open source, baru kemudian saya mulai nyambi menjadi freelancer. Saya mengerjakan beberapa proyek di akhir pekan, untuk tambahan penghasilan keluarga.

Setelah punya basis klien, barulah mulai hinggap pemikiran, “Bagaimana jika saya resign dari perusahaan, kemudian bekerja freelance. Apakah kira-kira memadai atau tidak…”. Butuh waktu berbulan-bulan hingga lebih dari satu tahun untuk mengambil keputusan resign dari perusahaan. Suasana dan pertimbangannya saya tuliskan disini : https://www.vavai.com/mengapa-harus-resign-dari-kantor/

Akhirnya saya jadi resign dari kantor per 31 Desember 2010. Memulai usaha di 1 Januari 2011. Membuat badan hukum perusahaan (PT) di Agustus 2011 dengan modal perusahaan 50 juta rupiah dan modal disetor 12.5 juta rupiah, hehehe…

Memulai usaha dari kamar Zeze Vavai kemudian membuat ruang training di lantai 2 rumah kemudian menyewa ruko dan setelah itu mulai mencicil ruko untuk markas perusahaan.

Memulai perusahaan berdua dengan adik saya, kemudian menambah staff satu persatu dan berlanjut sampai sekarang. Merangkap semua pekerjaan diawal, kemudian bertahap mendelegasikan wewenang dan akses pada team.

Sampai saat ini, perusahaan yang dibentuk masih kecil mungil. Perusahaan yang didirikan oleh rekan yang lain sudah banyak yang jauh lebih besar (meski ada juga yang akhirnya hilang tanpa kabar).

Bagi saya pribadi, memulai usaha dan membentuk perusahaan adalah perjalanan. Orang yang memiliki kompetensi mungkin akan memulai perusahan dengan perencanaan detail dan forecasting beberapa tahun atau beberapa dekade kedepan. Saya dan team memulai usaha dan membentuk perusahaan dengan niatan paling basic, yaitu bertahan hidup dan mendapatkan penghasilan.

DNA dan prinsip dasar ini masih terus melekat sampai sekarang. Setiap kali iterasi satu proses, kami usahakan agar bisa lebih baik kedepannya. Kami mulai membuat perencanaan dan menambah talenta yang memiliki kapabilitas lebih baik.

Jalannya berkelok dan mendaki

Siapa menanti tak pernah kutahu

Sunyiku pun kekal: menjajah diri

Dan angin pun gelisah menderu

Ah, ingin aku istirahat dari mimpi

Namun selalu kudengar ia menyeru

Tentang jejak di tanah berdebu

Diam-diam aku pun berangkat pergi

Puisi indah favorit saya dari bang Toto St Radik😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *