Rumah Kabin Sebagai Bagian dari Rumah Pertanian

Saat pertama kali membangun rumah kabin Zeze Zahra, niatnya hanya sekedar sebagai tempat tinggal dan tempat bermalam setelah beraktivitas di kebun. Itu sebabnya, rumahnya dibangun menggunakan bahan kayu dan terintegrasi dengan kolam ikan dan sawah.

Saat dibangun, list keinginannya bertambah panjang. Puteri bungsu minta ada kulkas. Zeze Vavai minta ada akses internet yang kencang. Dear Rey minta toilet yang bagus dan tempat masak yang representatif. Bahkan desain kamar didalamnya dibuat agar bisa menampung tempat tidur susun. Tujuannya adalah agar bisa tidur barengan seperti suasana tidur di lumbung yang pernah saya bayangkan saat membaca buku Lima Sekawan-nya Enid Blyton.

Karena rumah ini sebagai rumah impian, ya dituruti saja. Prosesnya dicicil. Yang penting rumahnya bisa terbangun dulu, baru kemudian dilengkapi secara bertahap. Sekarang rumah kabin Zeze Zahra menjadi bagian integral dari rumah pertanian. Menjadi tempat istirahat dari pekerjaan IT yang menyita waktu dan dari pekerjaan di kebun atau sawah yang menguras tenaga.

It always seem impossible until it’s done.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *