Pengolahan Pupuk Alami dari Lingkungan Sekitar
Zeze Zahra memelihara kambing, ayam dan ternak lain. Kohe dan urine dari ternak dikumpulkan kemudian dibawa ke lokasi kebun Zeze Zahra. Zeze Zahra juga sering mengumpulkan daun kering, sisa ranting dan sisa makanan. Kesemuanya kemudian dibawa ke tempat pembuatan pupuk organik yang ada di ujung kebun.
Meski belum menerapkan pertanian secara organik, namun upaya untuk menuju ke arah sana tetap dilakukan. Kohe ternak, daun kering dan bahan-bahan organik lainnya dimasukkan ke bak penampungan, kemudian diolah dengan cara fermentasi sesuai dengan ilmu yang didapat saat mengikuti pelatihan BSM.
Setelah beberapa lama (biasanya 2-4 minggu fermentasi), hasilnya kemudian diambil untuk nantinya digunakan sebagai pupuk alami. Hasilnya biasanya berupa pupuk cair dan pupuk padat. Pupuk cair dicampurkan dengan air dan digunakan untuk pemupukan, sedangkan pupuk padat biasanya ditabur di sekitar pohon buah atau dijadikan sebagai campuran media tanam.


Jika selama ini pupuk sering disimpan sehingga mengurangi daya manfaat sekaligus membutuhkan tempat penyimpanan yang lebih luas, sekarang Zeze Zahra berupaya mempercepat siklusnya. Pupuk yang sudah selesai difermentasikan biasanya langsung digunakan agar tempatnya bisa untuk pengolahan pupuk berikutnya.
Dengan cara ini, sampah-sampah organik bisa bermanfaat sekaligus bisa menjadi upaya rintisan untuk pengembangan lebih lanjut.
