Integrasi Pertanian dengan Peternakan : Jagung, Sapi, Kambing dan Ayam

Sering kali jagung dilihat ya sebagai jagung saja. Ditanam, dibesarkan, lalu dipanen. Setelah itu selesai.

Tetapi di Zeze Zahra, kami sedang belajar melihatnya sedikit lebih luas.

Saat ini kami menanam dua jenis jagung, yaitu jagung manis dan jagung pakan atau jagung tawar. Jagung manis tentu lebih dekat ke kebutuhan konsumsi. Sementara jagung pakan terasa lebih kuat perannya dalam kerangka integrated farming.

Batang dan daun jagung tidak kami lihat hanya sebagai sisa tanaman. Dalam pertanian terpadu, bagian itu bisa dimanfaatkan untuk membantu pakan sapi dan kambing. Jadi yang bernilai bukan hanya tongkolnya, tetapi juga biomassa tanamannya.

Lalu dari ternak, kembali lagi ada kohe yang bisa dimanfaatkan untuk membantu menyuburkan lahan. Jadi ada hubungan yang pelan-pelan ingin kami bangun: tanaman mendukung ternak, lalu ternak kembali mendukung tanah.

Untuk ayam, integrasinya lebih dekat dengan jagung pakan atau jagung tawar. Dari situ kami belajar bahwa memilih tanaman itu tidak selalu cukup dilihat dari hasil jualnya saja, tetapi juga dari bagaimana tanaman itu bisa mendukung sistem di dalam kawasan.

Di Zeze Zahra, kami merasa pertanian terpadu bukan soal banyak-banyakan tanaman atau ternak. Yang lebih penting adalah membangun hubungan yang masuk akal.

Jagung mendukung pakan.

Ternak menghasilkan kohe.

Kohe kembali ke lahan.

Lahan kembali menumbuhkan tanaman.

Masih banyak yang kami pelajari. Tetapi dari proses seperti ini, Zeze Zahra pelan-pelan belajar bahwa pertanian bukan hanya soal panen, melainkan soal membangun keterhubungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *