Dulu saya sendiri sempat bertanya dalam hati, apakah rumah kabin di pinggir sawah seperti ini benar-benar bisa diwujudkan. Apalagi kalau melihat lokasinya dekat area sawah, yang terbayang justru nyamuk, serangga, ular, kadal, biawak, dan lain-lain.
Komentar seperti itu juga kadang memang muncul saat orang pertama kali melihat foto atau mendengar idenya. Tapi alhamdulillah, sejauh ini tetap aman. Salah satu ikhtiarnya juga karena bangunan dibuat dengan model panggung, jadi ada jarak dari permukaan tanah dan terasa lebih nyaman untuk aktivitas di sekitarnya.
Bagi saya, ini bukan sekadar rumah kabin. Ini bagian dari upaya membangun pertanian terpadu di Zeze Zahra secara bertahap. Ada sawah, ada bunga, ada ruang untuk duduk, melihat hamparan padi, belajar, berdiskusi, dan insyaAllah pelan-pelan terus dikembangkan menjadi tempat yang bermanfaat.
Kadang yang terlihat adalah hasil akhirnya, padahal yang dijalani sebenarnya proses sedikit demi sedikit. Mulai dari keinginan, lalu dipikirkan, direncanakan, dikerjakan semampunya, dan dilanjutkan tahap demi tahap.
Jadi kalau punya keinginan, sering kali tidak harus langsung besar atau langsung sempurna. Yang penting mulai dulu, lalu direalisasikan perlahan.
Catatan : Zeze Zahra mengelola pertanian terpadu dengan pencatatan yang lebih rapi, task yang lebih terarah, dan proses yang lebih mudah dipantau menggunakan aplikasi Sazara:
Bagaimana dengan teman-teman? Apakah ada impian terkait hunian atau kebun yang sedang diusahakan secara bertahap saat ini? Rumah kabin di pinggir sawah seperti ini paling enak dipakai untuk apa? Istirahat, ngopi, diskusi, atau belajar pertanian?