Salah satu keinginan yang harus dikelola dalam menjalani pekerjaan sebagai petani adalah keinginan untuk gas terus ![]()
. Keinginan untuk memperluas lahan, untuk membangun tempat baru maupun untuk membeli berbagai peralatan. Seperti lagu Nobita Doraemon, “Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali ♪♪♪♪…”
Zeze Zahra mengalami kendala hal ini dan upaya untuk mengeremnya adalah dengan kembali pada prinsip yang diajarkan oleh pak Bayu Diningrat : Memulai dari yang ada.
Daripada memperluas lahan, lebih baik memaksimalkan lahan yang ada sampai titik dimana satu siklus terpenuhi dan lahan tersebut bisa membiayai dirinya sendiri dan bisa menghasilkan. Satu siklus dalam arti bahwa mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, pemupukan, perawatan, panen hingga penjualan sudah berjalan.
Kalau mau ada pengembangan, pengembangannya harus mengacu pada apa yang ada. Misalnya jika ingin pengembangan pembelian peralatan, bisa membeli mesin cacah sayur untuk mencacah sisa sayur dan dijadikan sebagai campuran pakan ternak. Kalau niatnya membangun, bisa membuat bangunan yang akan digunakan sebagai area untuk pembuatan pupuk, asap cair dan menyimpan perlengkapan.
Adakalanya kita perlu mengeluarkan modal yang tidak bisa dihindari. Jika demikian halnya, pembelian tersebut dijadikan sebagai rintisan awal. Misalnya kita ingin beternak ayam, otomatis kita perlu membeli anakan atau indukan ayam terlebih dahulu. Jika ini tidak bisa terhindarkan, kita bisa jadikan ini sebagai titik awalan agar nanti bisa mandiri, tidak harus berulangkali membeli hal yang sama.
Jadi, ini nasihat buat siapa? Ini nasihat buat diri saya sendiri, hehehe… Siapa tahu ada rekan-rekan yang mengalami kendala yang sama.