Pupuk Organik dari Kotoran Hewan dan Perjuangan untuk Prosesnya

Zeze Zahra berusaha membuat pupuk-pupuk organik dengan memanfaatkan kotoran hewan (kohe) dan limbah rumah tangga. Untuk membuat pupuk hortikultura dan urea cair misalnya, akan butuh kotoran ayam, kambing dan sapi berikut urine kambing dan urine sapi. Detail contoh kebutuhannya ada disini : https://web.facebook.com/share/p/18cjVP7a3A/

Zeze Zahra beternak ayam meski tidak terlalu banyak. Zeze Zahra juga beternak kambing sehingga bisa mendapatkan kohe kambing dan urine-nya. Yang belum ada adalah sapi. Untuk membuat pupuk sesuai SOP dari BSM, akhirnya Zeze Zahra mencari bahannya ke teman dan tetangga.

Akhirnya dapat dari tetangga yang pelihara sapi, namun sayangnya mereka tidak memisahkan kotoran dengan urine. Tempatnya juga cukup becek dan butuh perjuangan untuk mengambilnya, apalagi saat musim hujan seperti sekarang. Mungkin kedepannya perlu diusulkan agar sapi pakai pampers supaya mudah dipisahkan urinenya, hehehe…

Dulu saya kerap skeptis saat melihat video orang-orang yang ikut pengolahan sampah organik. Kesannya kotor, kumuh dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang terpaksa. Ternyata, harusnya saya ini berterima kasih pada mereka. Orang-orang yang mengolah limbah menjadi pupuk dan bentuk lain yang bermanfaat sejatinya adalah pahlawan bagi lingkungan. Mereka mengubah sampah menjadi berkah.

Sebenarnya konsep pertanian terpadu seyogyanya dipenuhi dari lingkungan sendiri namun dalam konteks Zeze Zahra, kami berusaha melengkapinya dari teman dan lingkungan sekitar sebagai bentuk kerjasama.

Tahap berikutnya adalah mengolah sampah tersebut dan memfermentasikannya agar menjadi pupuk yang bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *