Tips Menentukan Titik Awal Proses Integrasi Pertanian, Peternakan dan Perikanan

Jika kita berniat melakukan proses integrasi pertanian, peternakan dan perikanan, maka menentukan titik awal yang tepat merupakan hal yang penting sekali. Salah menentukan titik awal bisa membuat proses integrasi jadi terhambat.

Berikut adalah tips yang bisa diambil untuk menentukan titik awal :

1. Mulai dari yang kita butuhkan. Misalnya kita butuh tanaman obat karena memiliki penyakit tertentu atau karena kita butuh makanan organik, bisa mulai dari sini. Karena kita butuhkan sendiri, kita tidak terlalu terdesak aspek penjualan.

2. Mulai dari apa yang dimiliki. Jika saat ini sudah punya ternak bebek dan sayuran kangkung, mulai dari sini. Karena melanjutkan dan memperbaiki yang sudah ada biasanya lebih mudah daripada mencoba sesuatu yang baru dari awal.

3. Menggunakan prinsip 5 Whys (5 Mengapa). Ini adalah prinsip yang diambil dari Toyota Production System(TPS), dengan menanyakan “mengapa” 5 kali untuk menggali masalah utama.

Contohnya, Zeze Zahra hendak mulai merapikan kebun. Butuh media tanam berupa campuran kompos padat dan pupuk dasar plus pupuk pembenah tanah. Berarti butuh gudang pupuk untuk pembuatan dan penyimpanan.

Dimana gudang pupuk hendak dibangun? Ternyata tempat yang cocok adalah di posisi kandang bebek di sudut kebun. Tempatnya kotor, jadi bisa sekalian dibersihkan dan dirapikan.

Masalahnya di kandang itu masih ada bebek, entok dan angsanya. Berarti mesti dipindah. Dipindah kemana? Ketemu ilmu dari pelatihan pertanian terpadu, binatang berkaki selaput bisa diintegrasi dengan kolam ikan. Berarti kandangnya bisa ditempatkan diatas kolam ikan.

Masalahnya, kolam ikannya berantakan. Mesti digali, dibersihkan dan dirapikan dulu. Berarti langkah awal adalah proyek perbaikan kolam/empang ikan. Pada prosesnya, pekerjaan ini bisa dilakukan paralel. Sampah organik dari kandang bebek bisa dikeruk dan dikumpulkan untuk dijadikan tambahan media tanam. Sampah daun dan bahan lain bisa digunakan untuk menguruk dinding kolam. Lumpur kolam ikan bisa digunakan untuk mengisi dinding kolam dan kotak lahan.

Dengan cara ini, kita bisa membuat perencanaan dan kemudian menjalankannya sesuai dengan peta jalan (road map) yang sudah disiapkan. Pekerjaan lebih terarah dan bisa dievaluasi secara berkala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *