Rehat Sejenak

Karena terbiasa berusaha memenuhi tenggat waktu atau target, saya biasanya bekerja tanpa kenal waktu dan tidak sempat berpikir untuk istirahat? Apakah hasilnya bagus? Nggak juga. Malah kelimpungan karena too much to do. Bingung hendak melakukan pekerjaan yang mana dan pekerjaan apa yang hendak diprioritaskan. Bekerja jadi seperti kejar setoran (nyatanya sih iya, hehehe…). Tidak tertata dan lama-lama bukan hanya merusak ritme kerja pribadi namun juga berpengaruh pada kesehatan.

Jika kita rehat sejenak, mungkin kita bisa mereview bahwa yang salah bukan target maupun tenggat waktu melainkan cara kerja kita.

Karena hidup bersifat dinamis, adakalanya rencana terhalang oleh kondisi dan lingkungan. Schedule standar bisa saja berubah karena ada kepentingan lain. Tidak masalah, yang penting niatnya adalah terus berusaha memperbaiki diri.

Perbaikan cara menjalani hidup bukan kegiatan satu kali. Perbaikan berjalan terus menerus, dalam 1 siklus kehidupan. Cobalah rehat sejenak dan review ulang apakah selama ini ada kegiatan yang bisa diperbaiki kualitasnya dengan cara mengubah pendekatan dalam proses penyelesaiannya.

Jangan pernah menyerah. Hidup kita milik kita. Susah maupun senang, kita juga yang menjalaninya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *