Nest egg adalah pada sejumlah uang atau aset yang diinvestasikan dan bisa menghasilkan penghasilan tambahan. Istilah ini berasal dari praktik pertanian pada akhir abad ke-17, di mana peternak ayam menempatkan telur asli atau palsu di sarang ayam untuk mendorong mereka bertelur lebih banyak. Contoh nest egg misalnya menyisihkan gajian dan menyimpannya di deposito sehingga memberikan tambahan penghasilan.
Waktu saya bekerja di perusahaan, tentunya waktu yang tersedia untuk mencari tambahan penghasilan sangat terbatas. Karena latar belakang saya di IT, saya mulai melakukan investasi di Sukuk (obligasi syariah). Keuntungannya saya putar kembali untuk investasi di saham. Ini adalah langkah kecil yang bisa dilakukan siapa saja, terutama ketika kita punya keterbatasan waktu dan sumber daya.
Selain itu, saya juga mencoba membangun “nest egg” dalam bentuk yang lebih tradisional, yaitu beternak. Saya memelihara bebek, tapi bukan saya yang langsung mengelolanya. Saya serahkan pada petani di kampung. Jadi, selain dapat telur bebeknya, saya juga merasa puas karena bisa membantu petani lokal.
Setelah tabungan mulai terkumpul, saya berpikir untuk membeli lahan. Tentu saja, tidak langsung luas. Saya mulai dari beberapa meter saja. Lahan ini kemudian saya tanami sayuran dan palawija. Sedikit demi sedikit kemudian mulai mencicil membeli sawah. Sawah ini dikelola oleh orang yang bisa dipercaya, dengan kunjungan rutin secara periodik untuk silaturahmi.
Untuk semua ini, saya harus menekan pengeluaran. Mengurangi makan fast food, tidak jajan, tidak mengeluarkan uang untuk hal yang tidak perlu. Dari menyisihkan beberapa ratus ribu rupiah secara periodik, lama-lama bisa terkumpul modal awal untuk menjalankan rencana-rencana usaha.
Satu hal yang perlu diperhatikan, uang yang digunakan jangan uang rumah tangga sehari-hari. Saya hanya menggunakan uang “dingin”—pendapatan dari blog, honor mengajar, atau menulis artikel yang sifatnya insidentil. Dengan begitu, stabilitas keuangan keluarga tetap terjaga. Ini cara yang saya pilih untuk membangun sesuatu secara bertahap tanpa harus merusak keseimbangan keuangan di rumah.