Tanam dan Panen Bawang Merah Secara Rutin

Ini adalah tanaman bawang merah yang ditanam di kotak lahan (raised-bed gardening) berukuran 3×1 m di pekarangan rumah kabin Zeze Zahra. Sebagian besar umbi bawangnya naik keatas (mumbul), mungkin karena media tanamnya yang gembur.

Zeze Zahra sempat ditanya keluarga, “Memangnya begitu ya? Apa tanamnya kurang dalam?”

Ya nggak tahu juga. Waktu ditanam, sebagian besar umbi dibenamkan ke tanah dan hanya ujungnya saja yang masih terlihat. Mungkin kalau tanahnya lebih padat nggak terlalu muncul keatas. Petani bawang merah asli mungkin bisa lebih paham, hehehe…

Karena penasaran, saya tanya chatGPT dan ini adalah jawabannya :

“Bawang merah yang siungnya muncul ke permukaan adalah hal yang normal dan tidak menghambat pertumbuhannya. Ini bisa terjadi karena pertumbuhan alami umbi yang membesar, jenis media tanam yang ringan, serta jarak tanam yang rapat sehingga umbi saling mendorong ke atas. Selain itu, tanah di sekitar tanaman bisa mengendap setelah penyiraman, menyebabkan umbi lebih terlihat di permukaan.”

Karena usia tanam bawang merah mirip melon-sekitar 2 bulan-maka Zeze Zahra bisa menerapkan pergiliran tanam sekalian belajar menjual. Misalnya Zeze Zahra punya 8 kotak lahan (bedengan kecil), maka Zeze Zahra bisa tanam tiap minggu dan panen tiap minggu.

Zeze Zahra mulai dari lahan sempit terbatas di pekarangan, karena butuh belajar budidaya bawang merah dan butuh ujicoba penjualan. Apalagi bawang merah ini sebagian besar ditreatment secara organik menggunakan pupuk buatan sendiri, sehingga perlu ujicoba komposisi terbaik untuk bisa seperti hasil petani yang sudah berpengalaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *