Ada salah satu komentar di salah satu posting Zeze Zahra. Isinya kira-kira seperti ini,
“Ini dilihatnya bagus, namun saya tidak akan menjalankannya. Karena butuh biaya, sedangkan saya nggak punya biaya. Saya lebih baik mulai dari yang ada”.
Bagaimana tanggapan Zeze Zahra? Ya bingung menanggapinya ![]()
.
Mengapa? Karena yang dituliskan di Zeze Zahra ini adalah semacam diary pertanian. Tidak ada niatan untuk dijadikan sebagai rujukan, karena apa yang dilakukan oleh Zeze Zahra belum tentu benar dan belum tentu berhasil. Bahwa ada rekan-rekan yang terinspirasi pada apa yang dilakukan di Zeze Zahra dan kepingin mencoba di tempatnya, ya dipersilakan dengan senang hati.
Di Zeze Zahra ada kombinasi dua pembelajaran yang mencoba diterapkan. Pertama adalah prinsip memulai dari apa yang ada dan yang kedua adalah prinsip investasi tepat guna. Keduanya saling mengisi, bukan berarti yang satu meniadakan yang lain. Ada beberapa kegiatan yang mungkin perlu biaya, namun itupun diukur sesuai kemampuan dan dilihat dari sisi feasibility atau kelayakannya. Kegiatan tersebut yang dituliskan disini.
Jika melihat tulisan maupun video di Zeze Zahra, bisa kelihatan bahwa yang dilakukan lebih mudah disebut sebagai jurnal. Jurnal dalam arti catatan proses pekerjaan di rumah pertanian, pekarangan, kebun dan sawah. Mulai dari membuat bedengan atau kotak lahan, mencampur media tanam hingga pembibitan, pindah tanam sampai kemudian perawatan dan panen.
Mengapa itu dilakukan, karena memang prosesnya menarik. Kita bisa melihat progress kebun atau pekarangan dari waktu ke waktu dan melakukan evaluasi secara berkala. Baik maupun buruk hasil pertaniannya tetap ditampilkan, supaya jadi bahan pembelajaran.


Jika yang dilakukan oleh Zeze Zahra benar terbukti dan berhasil, rekan-rekan bisa menyiapkannya. Jika Zeze Zahra melakukan kesalahan, rekan yang lain bisa menghindarinya. Ini yang disebut sebagai spiralisasi ilmu pengetahuan. Apa yang dimiliki, apa yang diketahui, pengalaman apa yang ditemui, bisa dishare agar menjadi aspek kebermanfaatan.
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya:
“Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
Tsah, sudah mirip ustadz yang memberikan kultum ya, hehehe…