Sosialisasi Kegiatan Penggunaan Teknologi Pertanian dengan pihak UPTD BPP dan Petani

Beberapa waktu yang lalu, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Badan Penyuluh Pertanian (UPTD BPP) kecamatan Batujaya kabupaten Karawang provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi penggunaan teknologi pertanian. Kegiatannya mengundang petani serta poktan (kelompok pertanian) di wilayah sekitar. Acaranya sendiri bertempat di Zeze Zahra Excellent Farm yang lokasinya tidak jauh dari kantor BPP.

Acara diawali dengan paparan dan keterbukaan Zeze Zahra terhadap ide improvement dan pengembangan teknologi pertanian, apalagi jika hal tersebut bisa meningkatkan kualitas hasil pertanian dan mendorong pada peningkatan kesejahteraan petani. Itu sebabnya, saat pihak BPP Batujaya menghubungi Zeze Zahra untuk dijadikan tempat sosialisasi bagi petani, kami mendukungnya dengan senang hati.

Dari pihak BPP, kegiatan ini rencananya dilaksanakan secara rutin satu bulan sekali dengan topik yang berbeda-beda, namun tetap dikemas dalam upaya memberikan wawasan dan pengetahuan bagi petani agar hasil pertaniannya lebih baik lagi.

Kegiatan juga disertai demo penggunaan drone pertanian untuk pemberian pupuk maupun penanganan hama. Meski secara biaya masih cukup mahal untuk ukuran petani dengan lahan terbatas, namun ide dan simulasi ini tetap menjadi inspirasi untuk diterapkan pada lingkungan yang lebih luas, seperti pada poktan atau gapoktan dengan lahan dan cakupan area yang lebih luas.

Untuk area 1 hektar, penggunaan pupuk cair (atau treatment hama) berkisar pada angka 250 ribu rupiah. Pekerjaan menggunakan drone bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 15 menit. Untuk drone tipe yang disimulasikan, kapasitas tangki 20 liter. Selain untuk pemupukan cair dan treatment hama, drone juga bisa digunakan untuk pupuk granular maupun untuk pengangkutan. Untuk pengangkutan biasanya menggunakan drone yang bisa mengangkat beban hingga 80 kg.

Untuk para alumni, drone ini bisa digunakan untuk menyemprot pupuk urea cair, horti, KCL, pembenah tanah maupun POC lainnya. Jika pertaniannya bersifat komunal (kelompok), biaya bisa ditekan dan manfaatnya bisa dirasakan bersama.

Salah satu poktan yang hadir dengan anggota petani sekitar 40 orang dan luasan area 47 hektar menyampaikan bahwa untuk ukuran tiap petani, biaya tersebut cukup mahal. Namun jika dilakukan secara bersama, apalagi saat tenaga kerja pertanian sulit ditemukan, biaya tersebut masih make sense (masuk akal) dan bisa dipertimbangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *