Saat dalam perjalanan menuju rumah kabin Zeze Zahra, saya melihat beberapa plastik berwarna biru yang dipasang mengelilingi sawah. Selain di daerah kabupaten Bekasi dan Karawang, saya juga sempat melihatnya di pesawahan di dekat Semarang.
Saya belum tahu detail mengenai plastik ini, namun kemungkinan besar fungsinya untuk menghalau serangan hama tikus. Pada beberapa tempat, plastik ini dipasang mengelilingi area pembibitan padi, namun ada juga yang memasangnya mengelilingi sawah.
Berikut adalah analisanya:
Plastik Warna Biru sebagai Penghalau Tikus di Sawah
Plastik warna biru yang dipasang di sekitar sawah berfungsi sebagai “pagar penghalang tikus” (Rodent Barrier). Metode ini telah digunakan oleh banyak petani karena relatif murah, efektif, dan ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan racun atau jebakan tikus. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang cara kerja dan efektivitasnya.
Mengapa Plastik Warna Biru Efektif Menghalau Tikus?
1. Menghambat Pergerakan Tikus
– Tikus sawah (Rattus argentiventer) biasanya masuk ke area pertanian melalui jalur darat dengan melintasi pematang atau pinggiran sawah.
– Dengan adanya plastik setinggi 50–70 cm yang dipasang tegak, tikus kesulitan melompati atau menggigit plastik tersebut.
2. Tikus Tidak Bisa Memanjat Plastik Licin
– Plastik memiliki permukaan licin yang membuat tikus sulit memanjatnya.
– Plastik juga fleksibel sehingga tidak bisa dijadikan pijakan bagi tikus untuk melompat ke dalam sawah.
3. Efek Psikologis Warna Biru
– Tikus cenderung menghindari warna-warna cerah dan tidak umum di habitatnya.
– Beberapa penelitian menunjukkan bahwa warna biru dan putih dapat memberikan efek visual yang mengganggu navigasi tikus.
4. Mencegah Serangan Massal Tikus
– Serangan tikus sering terjadi dalam jumlah besar (hama besar). Dengan adanya pagar plastik, penyebaran tikus ke area lain dapat dikendalikan.
Cara Memasang Plastik Biru agar Efektif
Agar metode ini berhasil, pemasangan plastik harus mengikuti langkah-langkah berikut:
Ketinggian Plastik:
– Minimal 50-70 cm di atas tanah agar tikus tidak bisa melompati.
– Jika area rawan serangan tinggi, bisa dibuat lebih tinggi.
Tertanam di Tanah:
– Plastik harus dikubur sekitar 10-20 cm di dalam tanah agar tikus tidak bisa menggali dan masuk ke bawah pagar.
– Jika tidak dikubur, bagian bawah bisa diberi penahan seperti bambu atau batu.
Struktur Penyangga Kuat:
– Gunakan bambu, kayu, atau besi setiap 1-2 meter untuk memastikan plastik tetap tegak dan tidak mudah roboh.
– Jika menggunakan plastik tipis, bisa dilapisi dua lapis untuk ketahanan lebih baik.
Kelilingi Seluruh Sawah:
– Harus mengelilingi sawah secara menyeluruh, karena jika ada celah, tikus akan menemukan jalannya.
Tambahkan Perangkap Tikus di Beberapa Titik:
– Di beberapa tempat strategis, tambahkan jebakan tikus seperti bubu tikus, perangkap lem, atau ember berisi air untuk menangkap tikus yang mencoba masuk.
Kesimpulan
– Plastik biru merupakan metode sederhana, murah, dan efektif untuk menghalau tikus di sawah.
– Efektivitasnya lebih baik jika dikombinasikan dengan perangkap tikus di beberapa titik strategis.
– Pastikan plastik tertutup rapat di seluruh sawah, tertanam di tanah, dan ditopang dengan baik untuk mencegah tikus masuk.
Jika ada serangan tikus yang sangat besar, kombinasi pagar plastik + jebakan + pemangsa alami (burung hantu) bisa lebih efektif.
Apakah ada yang sudah menerapkan metode ini? Jika iya, apakah serangan tikus berkurang?