Rumah di Tepian Sawah

Saat Zeze Zahra berniat membangun rumah kabin di tepian sawah, niatnya sederhana, yaitu bisa merasakan suasana alami dengan pandangan luas menghadap sawah. Rumahnya dibuat kembar dengan pertimbangan jumlah anggota keluarga.

Karena dibangun di atas sawah, rumah ini dibuat bentuk panggung. Ini sebenarnya dilatarbelakangi pertimbangan rasional dan pengalaman pribadi. Secara rasional, tidak efisien jika dibangun di atas tanah datar. Perlu bekerja keras menguruk dan meratakan tanah fondasi. Biayanya juga akan sangat besar. Itu sebabnya dibentuk panggung dengan fondasi kuat untuk menopangnya.

Terkait pengalaman pribadi, saya pernah menginap di sebuah gubuk petani di tengah sawah di daerah Purwakarta. Saat itu saya kemalaman ketika hendak menuju curug Cijalu. Suasana hujan diluar dan suasana hangat di dalam gubuk membuat saya tertidur pulas dan nyaman sekali. Pengalaman itu membekas di ingatan saya.

Bentuk desain rumah ini aslinya adalah rumah kayu mainan. Saya membuat gambaran kasar mengenai rumah yang akan dibangun, berikut contohnya. Rekan saya mas Yasin-yang menjadi kontraktor-kemudian merealisasikannya dalam bentuk rumah kayu.

Bagian bawah didesain untuk kolam ikan. Antara lahan pekarangan dengan rumah dibuatkan jembatan kayu melintasi saluran air yang diubah menjadi kolam ikan juga. Apa yang ada dalam imajinasi, dituangkan kedalam bentuk nyata.

Seperti yang dituliskan dalam beberapa posting di Zeze Zahra, tidak ada salahnya mengejar impian dan merealisasikannya, sepanjang itu baik dan bermanfaat. Mungkin perlu menabung bertahun-tahun, harus berhemat secara ketat, mengurangi pengeluaran dan menekan keinginan, sepanjang hasilnya sesuai harapan.

Hidup kita milik kita, susah maupun senang, kita juga yang menjalaninya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *