Perkembangan Penanaman Padi Organik
Padi yang ditanam dan dikelola secara organik saat ini usianya sudah lebih dari satu bulan. Luasnya memang hanya dua petak kecil, lokasinya ada di pekarangan rumah kabin Zeze Zahra.
Padi ini ditreatment secara berkala menggunakan pupuk urea cair dari bahan kohe ternak, kemudian ditambah dengan ZPT (Zat Pengatur/Perangsang Tumbuh), Fungisida dan Insektisida dari bahan seperti rumput liar, anakan pisang, rebung, kunyit, lengkuas dan lain-lain. Tidak menggunakan pupuk maupun insektisida dan fungisida kimia pabrikan.
Saat awal menanam, Zeze Zahra sebenarnya agak skeptis. Sawah yang dipupuk kimia saja belum tentu hasilnya bagus, ini kok coba menanam tanpa pupuk kimia pabrikan. Sampai kemudian Zeze Zahra menyadari bahwa yang dilakukan ini adalah menanam menggunakan pupuk organik, bukan tanpa pupuk sama sekali. Jadi perbandingannya bukan pupuk kimia vs tanpa pupuk.
Dari hasil pengamatan, awal tanam memang pertumbuhan padi agak lambat. Ini karena adanya keterlambatan pemupukan. Seharusnya pada usia padi 5-7 hari sudah dilakukan pemupukan organik pertama, namun team Zeze Zahra baru melakukannya pada usia lebih dari dua minggu. Akhirnya frekuensi pemupukan ditingkatkan agar bisa menutup gap tersebut.



Kalau diihat dari pertumbuhan, hasilnya cukup bagus. Mungkin kelihatannya tidak terlalu hijau namun bagus dan anakannya juga cukup banyak. Satu kendala utama adalah bahwa petak sawah ini diganggu hama tikus. Area yang padinya terlihat jarang itu bukan karena kurang pupuk melainkan karena menjadi korban gangguan tikus. Karena lokasinya berdekatan dengan rumah dan tanah darat, sawah ini memang rentan gangguan tikus.
Hasil sawah ini memang belum bisa disimpulkan, karena padi juga masih usia remaja. Namun disisi Zeze Zahra, langkah untuk implementasi pertanian organik sudah dimulai dari sawah. Ini adalah langkah awal yang akan terus dievaluasi apakah hasilnya sesuai harapan atau tidak.
